Walikota Bogor Berstatus ODP Corona Pasca Kembali dari Ajerbaizan

  • Whatsapp
Walikota Bogor Bima Arya kini berstatus ODP corona pasca kembali dari Ajerbaizan. Foto : Putu Merta/Liputan6.com
“Saya mengikuti instruksi dari Kemenkes dan Dinkes. Walaupun sampai saat ini tidak ada gejala, saya sehat, tidak ada keluhan, tapi sekali lagi untuk mengantisipasi tetap saya harus dipantau”

Selasa 17 Maret 2020 I Pukul 11.45 WIB

Bogor, IndoPos86 – Walikota Bogor Bima Arya kini berstatus orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (COVID-19) setelah kepulangannya dari negara Turki dan Azerbaijan, Senin (16/03/2020). Hal tersebut dilakukan karena kedua negara tersebut telah terkonfirmasi terpapar virus corona.

Bacaan Lainnya

Selain Bima, ada empat orang lainnya yang turut berstatus ODP, yakni istri Bima Arya, Yane Ardian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT-SP) Firdaus, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Bogor Adi Novian, dan Bagian Kerjasama Pemkot Bogor Ara Wiraswara. Empat orang tersebut ikut mendampingi Bima Arya saat melakukan kunjungan kerja ke Azerbaijan.

Dikutip dari Kompas.com Bima mengaku, tidak memiliki gejala demam, flu, maupun batuk, usai pulang dari luar negeri. Meski begitu, Bima bersama empat orang tersebut diimbau untuk melakukan karantina di rumahnya masing-masing selama masa inkubasi atau 14 hari dan dipantau oleh petugas kesehatan.

“Saya mengikuti instruksi dari Kemenkes dan Dinkes. Walaupun sampai saat ini tidak ada gejala, saya sehat, tidak ada keluhan, tapi sekali lagi untuk mengantisipasi tetap saya harus dipantau,” ucap Bima, saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2020).

Bima menambahkan, ada opsi yang ditawarkan kepada dirinya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Laboratorium Kesehatan Bandung, Jawa Barat. Kata Bima, laboratorium tersebut mampu mengeluarkan hasil tes kesehatan terkait COVID-19 lebih cepat tanpa harus menunggu masa inkubasi.

“Pak Gubernur (Ridwan Kamil-red) yang minta saya langsung untuk tes kesehatan khusus, namanya proaktif tes. Hasilnya bisa diketahui 5-6 jam. Labnya ada di Bandung. Doakan saja mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” tutur Bima.(Adm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.