UAS Patuhi Fatwa MUI Tentang Larangan Shalat Berjamaah di Masjid di Tengah Wabah Corona

  • Whatsapp
Al Ustadz Prof. Dr. Abdul Somad, MA atau yang biasa dikenal UAS. Foto : Instagram/@ustadzabdulsomad_official

Sabtu 21 Maret 2020 I Pukul 12.11 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Ustadz Abdul Somad (UAS) menyatakan patuh terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait larangan beribadah secara berjamaah di masjid selama pandemi virus corona (COVID-19) berlangsung.

Bacaan Lainnya

Somad mengutip Al Qur’an Surat An-Nisa Ayat 59 tentang kewajiban taat kepada Allah SWT, Rasululah SAW, Ulama, dan Pemimpin. Menurutnya, MUI adalah pihak yang harus ditaati umat Islam Indonesia, dikutip dari CNNIndonesia.com.

“Saya percaya kepada MUI dan khusus Mesir, karena saya alumni Al-Azhar, saya sebagai orang awam tidak berilmu ikut guru-guru kami di Al Azhar yang pada 15 Maret 2020 tentang gugurnya Shalat Jumat dan Fardu,” kata UAS dalam video yang diunggah akun Youtube Ustadz Abdul Somad Official, Jumat (20/03/2020) malam.

UAS mengatakan Mesir sudah melaksanakan imbauan untuk tidak beribadah di masjid selama corona. Menurut Somad, imbauan itu mampu menekan penyebaran virus. Tercatat, Mesir memiliki 256 kasus, dengan 7 kematian dan 42 orang sembuh.

Dalam kesempatan itu, UAS juga menjawab sebagian kalangan yang mempertanyakan larangan pergi ke masjid di saat pusat perbelanjaan masih dibuka. Menurutnya, logika itu tidak tepat.

Pelarangan beribadah di masjid, kata dia, juga pernah terjadi di masa silam. Saat itu, ada wabah penyakit yang menyebar dari Mesir ke Andalusia. Masjid-masjid ditutup agar penyakit tak menyebar lebih luas.

Oleh karenanya, ia meminta jamaah untuk menaati fatwa MUI. Dia pun akan menaati dengan tidak menggelar majelis taklim secara fisik untuk sementara waktu.

MUI sudah mengeluarkan tentang masalah salat berjamaah, tentang tidak berkerumun, dan saya pribadi tidak melaksanakan tabligh akbar untuk menjaga ini,” kata UAS.

Sebelumnya, MUI mnegeluarkan Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19 pada Senin (16/03/2020).

Dalam fatwanya, MUI melarang pelaksanaan ibadah secara berkerumun di daerah yang terpapar corona. MUI menyebut sejumlah ibadah, seperti majelis taklim, Shalat Jumat berjamaah, shalat wajib berjamaah, Shalat Tarawih, dan Shalat Id.(Adm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.