Tidak Ada Lagi Zona Hijau, Sudah 22 Meninggal Terkait COVID-19 di Kota Medan Status PDP Tercatat 225 Orang

  • Whatsapp

Plt. Walikota Medan Ir. H. Akhyar Nasution membagikan masker di Jalan Balaikota, Lapangan Merdeka, Medan, Jumat (17/04/2020). Foto : Humas Pemko Medan/IndoPos86

Sabtu 18 April 2020 I Pukul 23.05 WIB

Bacaan Lainnya

Medan, IndoPos86 – Kota Medan hingga hari ini masih menempati urutan teratas dalam persebaran jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk wilayah Sumatera Utara.

Berdasarkan data dari Pemko Medan yang dilansir dari Tribun Medan, hingga hari Jumat (17/04/2020) sore, tercatat ada sebanyak 225 orang berstatus PDP.

Dari 225 PDP tercatat 70 di antaranya tengah menjalani perawatan dan 15 orang meninggal dunia.

Angka PDP dirawat ini meningkat dari sehari sebelumnya yang berjumlah 62 orang. Sedangkan untuk data jumlah pasien berstatus positif COVID-19 tercatat berjumlah 58 orang dengan rincian 44 orang dirawat, 7 orang meninggal dan 7 orang berhasil sembuh.

Sementara itu, untuk data Orang Dalam Pemantauan (ODP) di wilayah kota Medan hingga saat ini tercatat 755. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) tercatat 274 orang, dan Pelaku Perjalanan (PP) tercatat 589 orang.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Utara Mayor Kes. dr Whiko Irwan menyampaikan selain Medan, wilayah Simalungun dan Deliserdang juga masuk peringkat teratas.

“Sebaran penderita PDP di wilayah Sumatera Utara, kota Medan masih menduduki urutan pertama dengan 70 orang. Kemudian disusul Simalungun 22 pasien, Deliserdang 16 pasien,” ucap Mayor Whiko saat konferensi pers di gedung Pemprov Sumut, Jumat Sore (17/04/2020).

Sementara itu, dalam rangka memutus rantai penyebaran virus Corona, Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution juga telah mengeluarkan surat edaran. Dalam surat edaran tersebut diwajibkan bagi siapapun warga yang keluar rumah, harus menggunakan masker.

“Saat ini kita diwajibkan untuk menggunakan masker saat beraktifitas keluar rumah. Tidak terkecuali bagi siapa pun. Sebab, ini upaya kita untuk mencegah diri agar tidak tertular atau bahkan menularkan COVID-19 ke orang lain. Jangan anggap sepele. Namun, kita harus tetap tenang, jangan panik dan senantiasa memperhatikan kebersihan tangan,” kata Akhyar.

Satpol PP Pemko Medan membubarkan warga yang masih nongkrong, Jumat malam (17/04/2020). Foto : Humas Pemko Medan/IndoPos86.

Tak Ada Lagi Zona Hijau

Diberitakan sebelumnya, sejak virus Corona atau COVID-19 masuk ke Kota Medan, satu-satunya kecamatan yang tetap bertahan di zona hijau adalah Medan Marelan.

Perlu diketahui bahwa zona hijau adalah zona yang bersih dari COVID-19, dengan kata lain tidak ada pasien Positif, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau pun Orang Dalam Pengawasan (ODP) di lokasi tersebut.

Sementara Zona Kuning berarti terdapat PDP dengan hitungan 1 hingga 10 orang, sementara Zona Merah berarti terdapat lebih dari 10 PDP di lokasi tersebut. Namun, setelah bertahan cukup lama di Zona Hijau, Jumat (17/04/2020) peringkat Medan Marelan berubah Menjadi Zona Kuning.

Hal tersebut pun dapat dilihat langsung melalui sosial media Pemko Medan, baik itu akun instagram, Facebook maupun web resmi Gugus Tugas Medan.

Saat diminta konfirmasi, Camat Medan Marelan Muhammad Yunus mengatakan belum mengetahui informasi lebih lanjut apakah PDP tersebut memiliki riwayat perjalanan luar kota atau tidak.

“Mohon izin, saya belum bisa konfirmasi dengan pasien,” katanya.

Saat ditanya soal jumlah, Yunus hanya mengatakan pihak kecamatan sudah mendapat datanya, namun belum dapat memastikan jumlahnya.

Selain itu ia mengatakan bahwa saat ini PDP tersebut telah dirawat di Rumah Sakit.

“Jumlah sudah (diketahui kecamatan), tapi jumlahnya saya pastikan lagi, kita tunggu perkembangan lanjut ya, PDP saat ini sudah dirawat di rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya pada Minggu (05/04/2020) malam, Pemko Medan dalam hal ini Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, bersama Tim Gugus Tugas telah meninjau sejumlah lokasi di Medan Marelan.

Hasil tinjauan tersebut, didapati masih banyak warga yang nongkrong dan berkerumun walau jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.

Akhyar pada saat itu langsung mendatangi warga yang masih berkumpul di pinggir jalan, termasuk berada di warung-warung agar segera kembali ke rumahnya masing-masing. Ia mengingatkan warga untuk berdiam diri saja di rumah bersama anggota keluarganya.

“ODP dan PDP di kota Medan terus naik, artinya peningkatan itu ada di kota Medan. Kalau selama ini yang positif itu tertular dari daerah lain datang ke Medan, tapi sekarang potensinya adalah penularan di antara masyarakat Kota Medan itu sendiri. Ini yang harus kita putus karena diantara kita ini tidak tahu yang siapa tertular dan siapa yang menularkan, tidak ada yang tahu,” katanya.

Update Data Jumat (17/04/2020)

Jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Provinsi Sumatera Utara kembali mengalami peningkatan.

Berdasarkan data per Jumat (17/04/2020), yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut, saat ini PDP berjumlah 144 orang.

“Untuk jumlah PDP cukup meningkat dari data sebelumnya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumut Mayor KES dr Whiko Irwan, saat siaran langsung melalui akun YouTube Humas Pemprov Sumut, di Kantor Gubernur, Kota Medan, Jumat (17/04/2020).
Sebelumnya jumlah PDP di Sumatera Utara sebanyak 129 orang.

Whiko mengatakan, untuk pasien yang terkonfirmasi positif Corona berdasarkan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Rapid Test, datanya masih sama seperti sehari sebelumnya yakni 103.

“Untuk positif masih sama dengan kemarin, yaitu PCR berjumlah 79 orang dan Rapid Test 24 orang,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pasien yang sembuh juga tak ada perubahan. Pun demikian data pasien meninggal akibat COVID-19.

“Meninggal 10, jumlah ini masih sama dengan kemarin. Dan yang sembuh juga sama, yaitu 12 orang,” kata dia.

Sementara itu, pagi tadi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi telah meresmikan Laboratorium PCR di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU), di Jalan Dr Mansyur, Kota Medan.

Dikatakannya, laboratorium itu akan memeriksa spesimen kepada pasien dalam pemantauan kemudian, pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap orang dalam pengawasan. Apalagi, ODP tersebut pernah berinteraksi dengan pasien yang telah dinyatakan positif.

“PCR kepada PDP yang dirawat, kemudian OPD yang telah dicoba dengan Rapid Test dan hasilnya positif, kemudian orang kontak erat dengan positif, akan diperiksa dengan swab ini,” ujarnya.

Ia berharap, laboratorium ini akan mempermudah tim medis untuk mendiagnosa orang yang terpapar wabah virus ini. Lantaran, sebelumnya tim medis harus mengirimkan spesimen ke pusat untuk dilakukannya PCR, yang terbilang lama.

“Semoga adanya laboratorium akan mempermudah gugus tugas dalam menanggulangi wabah ini di Sumut,” ujarnya. (TribunMedan.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.