Sofyan Djalil: Era Revolusi Industri 4.0 Dibutuhkan SDM Aceh dengan 10 Keahlian

  • Whatsapp
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil. Foto: Humas Kementerian ATR/BPN.
“hati yang berempati dan lembut; otak yang memiliki akal dan tangan atau kekuasaan.”

Sabtu 16 Mei 2020 I Pukul 20.18 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Cendikiawan Aceh yang juga Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Dr Sofyan A Djalil menyatakan, di era revolusi industri 4.0, dibutuhkan manusia Aceh dengan 10 keahlian. Yang dengan keahlian itu akan menciptakan kehidupan yang harmoni.

Bacaan Lainnya

Menteri Sofyan menyampaikan itu dalam Dialog Tanah Rencong untuk Pendidikan Aceh, diselenggarakan Forum Masyarakat Aceh se-Pulau Jawa (Formaja) secara virtual, Sabtu (16/05/2020), pukul 10.00-14.00 WIB.

Dialog membahas “Tantangan Pendidikan Generasi MudaTanah Rencong di Era Revolusi Industri 4.0, Perubahan Kehidupan Masyarakat (Society 5.0) dan New Normal Pasca Pandemi COVID-19.”

Ke-10 keahlian yang dibututuhkan itu, menurut Sofyan A Djalil adalah: ahli dalam penyelesaian masalah yang kompleks; mampu berpikir kritis ditingkat elit dan masa; kreatif; mampu mengelola manusia dalam organisasi dan pencapaian tujuan masyarakat.

Selain itu, mampu berkoordinasi dengan manusia lain; mampu menilai dan mengambil keputusan di tengah begitu banyak fakta; memiliki orientasi melayani bukan dilayani; punya kemampuan negosiasi untuk capai keseimbangan; dan memliki kelenturan berpikir.

Dialog membahas Tantangan Pendidikan Generasi MudaTanah Rencong di Era Revolusi Industri 4.0, Perubahan Kehidupan Masyarakat (Society 5.0) dan New Normal Pasca Pandemi COVID-19. Foto: Dok. Istimewa.

Dari uraian tersebut, menurut Sofyan A Djalil, kunci semuanya terletak pada “hati yang berempati dan lembut; otak yang memiliki akal dan tangan atau kekuasaan.” Sofyan menyebutnya dengan istilah “heart, head, hand.

Menurutnya, melalui proses dan metode pendidikanlah, akan melahirkan manusia dengan keahlian tersebut.

“Kurikulumnya sama, cara dan prosesnya saja yang beda,” katanya mengenai kita melahirkan generasi atau manusia dengan keahlian ideal seperti itu.

Ia bersedia berbagi metode apabila dibutuhkan Pemerintah Aceh dalam membangun pendidikan yang ideal di Aceh.
Pembicara lain dalam dialog yang dipandu praktisi pendidikan dari Bandung Zoelkifli M. Adam, adalah mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reormasi Birokrasi (Menpan dan RB) Dr H Azwar Abubakar MM, Rektor Unsyiab Prof Dr H Samsul Rizal MEng, dan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Prof Dr Jasman J Ma’ruf.

Kemudian anggota DPR RI asal Aceh M Nasir Djamil dan Illiza Sa’duddin Djamal, Kadisdik Aceh Drs H Rahmat Fitri HD MPA, Prof Dr H Bachtiar Hasan dari UPI Bandung, Drs HT Zilmahram MM (psikolog), Prof Dr Eng Ir HT Abdullah Sanny dari ITB Bandung dan Dr H Surya Darma MBA sebagai Ketua Taman Iskandar Muda Jakarta. (SerambiNews.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.