Siswa Mulai Jenuh Belajar di Rumah, Mendikbud  Diminta Buat Terobosan

  • Whatsapp
Seorang anak menonton video belajar digital dari rumah di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/03/2020).  Foto : M Agung Rajasa/ ANTARA FOTO.
“Yang jelas ada suasana jenuh dari anak-anak. Orang tua juga sudah jenuh. Ini butuh terobosan lagi dari Kemendikbud, karena sudah dua bulan, dan makin tidak efektif daring ini,”

Senin 27 April 2020 I Pukul 13.42 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim diminta memikirkan terobosan untuk proses belajar mengajar selama pandemik virus corona.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, siswa maupun orang tua mulai jenuh dengan aktivitas belajar di rumah yang sudah berlangsung hampir dua bulan terakhir.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, terkait evaluasi terhadap Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan sistem daring yang dijalankan sejak Maret lalu.

“Yang jelas ada suasana jenuh dari anak-anak. Orang tua juga sudah jenuh. Ini butuh terobosan lagi dari Kemendikbud, karena sudah dua bulan, dan makin tidak efektif daring ini,” kata Syaiful di Jakarta, Minggu (26/04/2020).

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Foto: Dok. FPKB DPR RI

Terobosan itu perlu dipikirkan mengingat skenario model belajar seperti ini hanya dipersiapkan dengan estimasi wabah COVID-19 bisa berlalu sekitar Mei-Juni 2020.

“Nah bagaimana langkah kemendikbud kalau sampai akhir tahun? Yang jelas sudah bosan di rumah, apakah perlu buat karya ilmiah, ini belum dirumuskan. Mungkin karya sosial apa begitu,” jelasnya.

Legislator PKB ini juga berharap agar darurat pandemik COVID-19 ini dimanfaatkan Kemendikbud untuk melakukan uji coba penerapan skema pengganti Ujian Nasional (UN).

“Ini penting menurut saya. Kan ada survei karakter, kompetensi minimum di UN. Misalnya anak-anak diberi karya ilmiah untuk pengganti UN,” ucap Syaiful.

Selain itu, persiapan tahun ajaran baru untuk calon siswa tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) juga perlu dipersiapkan skenarionya.

“Ini perlu dirumuskan lagi, PAUD ini lebih sulit lagi karena enggak bisa daring kan. Jadi ini perlu tips khusus, Kemendikbud harus memikirkan ini,” tandasnya. (JPNN/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.