Serikat Guru Minta Mendikbud Bersuara Soal Kepastian Pembukaan Sekolah

  • Whatsapp
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Foto: ANTARA.
“Apakah sekolah akan dibuka di zona hijau dengan protokol kesehatan? Atau perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai Desember? Atau bagaimana?”

Jumat 5 Juni 2020 I Pukul 11.35 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menagih janji Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait keputusan pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona atau COVID-19.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Muhammad Hamid sebelumnya mengatakan syarat pembukaan sekolah kemungkinan diumumkan Mendikbud Nadiem pekan ini.

“Apakah sekolah akan dibuka di zona hijau dengan protokol kesehatan? Atau perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai Desember? Atau bagaimana?” ujar Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim melalui keterangan pers dikutip Jumat (05/06/2020).

Satriwan mengatakan pihaknya menunggu keputusan Mendikbud terkait ini. Pasalnya beberapa daerah sudah menyatakan sikap soal jalannya pendidikan di tengah pandemi.

Gubernur Ridwan Kamil sebelumnya menyatakan belum ada rencana pembukaan sekolah pada tahun ini. PJJ bakal tetap berlangsung sampai tahun ajaran baru.

Sedangkan Pemerintah Kota Bukittinggi sempat menyatakan rencana bakal membuka sekolah pertengahan Juli dengan sejumlah ketentuan.

“Ini terkesan jalan masing-masing. Daerah tak bisa seperti itu. Kemdikbud juga jangan diam saja, seolah lepas tangan. Memberikan kebebasan kepada daerah dan sekolah,” kata Satriwan.

Ia menilai pembukaan sekolah tanpa koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan koordinasi pusat bisa membahayakan warga sekolah.

Seorang pelajar mengerjakan tugas dipandu lewat aplikasi WhatsApp Group di Bojongsari, Depok, Rabu (18/03/2020). Foto: Mohammad Defrizal/BeritaSatu Photo.

Terlebih jika pembukaan sekolah, lanjutnya, tidak dibarengi dengan dukungan infrastruktur seperti masker, hand sanitizer, wastafel sampai alat pelindung diri.

Jika tidak ada koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, Satriwan mempertanyakan sumber anggaran untuk mendukung infrastruktur sekolah.

“Kami para guru, orang tua, siswa cemas. Belum ada keputusan yang jelas dari Kemdikbud, apakah perpanjangan PJJ atau membuka sekolah dengan protokol kesehatan di zona hijau?” ungkapnya.

FSGI sendiri menilai perpanjangan PJJ sebaiknya jadi pilihan pemerintah demi keselamatan warga sekolah. Namun keputusan ini harus dibarengi dukungan infrastruktur dan pelatihan guru untuk PJJ.

Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud menyatakan pengumuman keputusan pembukaan sekolah tak jadi dilakukan pekan ini.

“Tampaknya mundur lagi,” kata Muhammad Hamid melalui pesan singkat dilansir dari CNNIndonesia.com.

Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut pertimbangan di balik absennya keputusan Kemendikbud soal pembukaan sekolah, serta kapan hal ini akan diumumkan.

Sebelumnya Hamid menyatakan pembukaan sekolah hanya berlaku untuk daerah pada zona hijau. Sedangkan sekolah di zona kuning dan merah akan tetap melaksanakan PJJ. (CNNIndonesia.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.