Ribuan Nasabah AJB Bumiputera Cabang Bangkinang Belum Menerima Pembayaran Asuransinya

  • Whatsapp

Sejumlah nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912  mendatangi kantor Cabang Bangkinang, Rabu pagi (22/04/2020). Foto : Ryan Kampar/IndoPos86.

Rabu 22 April 2020 I Pukul 16.43 WIB

Bacaan Lainnya

Kampar, IndoPos86 – Sejumlah nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Cabang Bangkinang, Rabu pagi (22/04/2020) mendatangi kantor perusahaan asuransi ini.

Tujuan kedatangan para nasabah ini adalah untuk mempertanyakan dana pertanggungan yang tak kunjung dibayarkan oleh pihak Bumiputera.

Beberapa Nasabah yang mendatangi kantor Bumiputera Cabang Bangkinang ini antara lain Deni Yusra, Menry Situmorang dan beberapa lainnya.

Mereka juga mengatasnamakan rekan-rekan sekantornya yang juga mengalami hal yang sama terkait keikutsertaannya sebagai nasabah asuransi jenis investasi di Bumiputera 1912.

Para nasabah ini diterima oleh Pimpinan PT. Asuransi Bumiputera 1912 Cabang Bangkinang, Asman diruang kerjanya di lantai 2.

Kedatangan Deni Yusra dan Menry Situmorang, mempertanyakan uang pertanggungan asuransi yang seharusnya sudah dibayarkan oleh pihak asuransi sesuai kontrak atau perjanjian, namun hingga saat ini tak kunjung dibayarkan.

Deni menyampaikan bahwa dirinya mengikuti asuransi jenis Mitra Beasiswa Berencana pada Bumiputera ini sudah berjalan 12 tahun dengan besaran premi Rp 1.024.920 pertriwulan.

Lebih lanjut disampaikan Deni bahwa selama ini tidak ada masalah, dia secara rutin membayar preminya dan telah 2 kali menerima dana kelangsungan belajar atas nama anaknya, yaitu pada 1 Maret 2011 sebesar Rp 3 juta dan pada 1 Maret 2017 sebesar Rp 6 juta, kedua tahapan ini pembayarannya tepat waktu.

Permasalahan muncul ketika dana kelangsungan belajar tahap 3 yang harusnya dibayarkan pada 1 Maret 2020 sebesar Rp 9 juta mulai macet.

Saat dipertanyakan kepada agennya yang biasa memungut uang premi, disampaikan bahwa saat ini pihak perusahaan tidak bisa membayar tepat waktu karena banyak nasabah lainnya yang juga belum terbayarkan sehingga ditetapkan pakai antrian.

Atas hal ini Deni berkoordinasi dengan rekan-rekan sekantornya yang juga sama-sama peserta asuransi pada Bumiputera Cabang Bangkinang ini.

“Ternyata rekan-rekannya yang lain juga mengalami hal sama bahkan ada yang sudah satu tahun lebih belum menerima dana pertanggungan dari asuransi yang diikutinya,” jelas Deni.

Kepala Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Cabang Bangkinang, Asman. Foto : Ryan Kampar/IndoPos86.

Sementara itu, Menry Situmorang menjelaskan bahwa dirinya mengikuti berbagai jenis asuransi pada Bumiputera Cabang Bangkinang ini dengan jumlah Polish sekitar 15 buah termasuk beberapa asuransi Beasiswa untuk kelangsungan belajar bagi anak-anaknya.

“Sejak setahun lalu dirinya belum menerima pembayaran tahapan beasiswa dari beberapa polishnya, dan juga untuk pengembalian uang investasi dari 2 polish yang sudah diajukan penutupannya setahun lalu,” terangnya.

Kepada pimpinan cabang Bumiputera ini, para nasabah mempertanyakan tentang pembayaran dana pertanggungan asuransi yang diikutinya, selain itu mereka juga menanyakan kondisi perusahaan ini yang belakangan diketahui tengah kesulitan membayar klaim atau uang pertanggungan yang menjadi hak dari nasabah.

Asman, selaku Pimpinan Bumiputera Cabang Bangkinang menyatakan saat ini ada sekitar ribuan nasabah di wilayah Bangkinang yang masuk daftar antri untuk pembayaran dana pertanggungan, maupun uang investasi bagi nasabah yang sudah berakhir masa kontraknya.

Lebih lanjut, disampaikan Asman bahwa secara nasional ada sekitar Rp 7 Triliun kewajiban perusahaan terhadap nasabahnya yang harus dipenuhi namun belum dibayarkan saat ini.

“Perusahaan saat ini belum dinyatakan pailit dan masih menarik dana premi dari nasabah, lebih lanjut mengenai penetapan pailit merupakan kewenangan dari (OJK) otoritas jasa keuangan,” ucap Asman.

Deni berharap, agar perusahaan asuransi ini segera membayarkan dana pertanggungan sekaligus dana investasi yang sudah mereka kumpulkan, karena uang ini sangat berarti baginya termasuk nasabah yang lain.

“Kepada pihak yang berkompeten dalam permasalahan ini seperti OJK hendaknya dapat mengambil langkah segera, untuk membantu menyelesaikan persoalan ini sehingga masyarakat tidak dirugikan,” ungkap para nasabah ini. (Ryan Kampar/IndoPos86)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.