Polemik Ruangguru di Kartu Pra Kerja, Stafsus Milenial Jokowi Belva Devara Siap Mundur

  • Whatsapp

Staff Khusus Milenial Presiden Joko Widodo dan pendiri RuangGuru, Adamas Belva Syah Devara. Foto : Dok. Instagram/belvadevara

Rabu 15 April 2020 I Pukul 20.13 WIB

Bacaan Lainnya

Jakarta, IndoPos86 – Staff Khusus Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Syah Devara, angkat bicara soal polemik keterlibatan perusahaan yang didirikannya, Ruangguru dalam program Kartu Pra Kerja. Melalui akun Twitternya, Belva mengaku siap mundur untuk meredam kegaduhan yang timbul.

Namun, Belva menegaskan, ia sama sekali tidak pernah terlibat dalam proses penunjukan hingga Ruangguru, melalui Skill Academy, terpilih menjadi salah satu digital platform untuk program Kartu Pra Kerja.

“Saya sedang konfirmasi ulang ke Istana apakah memang ada konflik kepentingan yang ditanyakan teman-teman semua di sini, walaupun saya tidak ikut proses seleksi mitra. Jika ada, tentu saya siap mundur dari stafsus saat ini juga. Saya tak mau menyalahi aturan apa pun,” ujar Belva melalui akun Twitternya yang dikutip dari kumparan, Rabu (15/04/2020).

Belva mengaku sudah menyampaikan kesiapannya untuk mundur ke Istana. Namun, keputusan mundur tidak bisa diambil secara sepihak.

“Walau tidak ada yang dilanggar secara hukum, sebenarnya demi menghindari persepsi/asumsi, saya siap dan sudah menawarkan untuk mundur. Namun keputusan mundur adalah keputusan besar dan harus didiskusikan dengan Istana. Jadi mohon dipahami bukan hanya masalah saya mau atau tidak,” lanjut Belva.

Dalam kesempatan itu, Belva juga menegaskan tidak pernah ikut dalam pengambilan keputusan di Program Kartu Pra Kerja. Termasuk soal anggaran dan mekanisme teknis. Semua dilakukan oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (PMO).

“Dapat dicek di semua daftar kehadiran rapat mengenai Pra Kerja bersama Kemenko dan PMO, saya tak pernah hadir,” jelas Belva.

Ia menjelaskan, penentuan perusahaan mitra dalam Kartu Pra Kerja sepenuhnya ditentukan oleh Kemenko Perekonomian dan PMO.8 mitra yang ditunjuk dalam Kartu Pra Kerja, lanjut Belva, telah mengikuti proses seleksi dari akhir tahun 2019. Seleksi ini dibuka untuk umum.

Belva menjelaskan, proses kerja 8 mitra penyedia pelatihan ini mirip dengan distribusi KIP atau KJP. Ia menganalogikan Ruangguru dan 7 digital platform lain seperti toko yang menerima pembayaran KIP atau KJP.

“Proses ini mirip dengan proses kurasi KIP/KJP. Banyak toko/barang2 yang terima pembayaran dari KIP/KJP. Kami juga hanyalah satu “toko” dari sekian banyak toko yang menerima pembayaran via prakerja,” kicau Belva.

“Penerima manfaat prakerja BEBAS memilih sendiri, membeli dari para mitra yang mereka inginkan, tanpa paksaan dari pihak mana pun. Ini BUKAN penunjukan langsung seperti layaknya pengadaan umumnya,” lanjut dia. (kumparan.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.