Plt Walikota Medan Akhyar Nasution Larang Kutipan yang Memberatkan Peserta Didik Baru

  • Whatsapp
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi. Foto: Humas Pemko Medan.
“Pemko Medan turut bertanggungjawab membuat kebijakan dalam meringankan beban masyarakat terkait pandemic COVID-19, salah satunya meringankan beban masyarakat di bidang pendidikan,” 

Selasa 19 Mei 2020 I Pukul 12.26 WIB

Medan, IndoPos86 – Semua perguruan swasta mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak (TK), SD dan SMP sederajat yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Medan dilarang membebankan biaya pendaftaran maupun biaya pembangunan pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru Tahun Ajaran 2020/2021.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Larangan ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi melalui Surat Edaran No.420/3481 tanggal 14 Mei 2020 tentang Keringanan Biaya Pendidikan Pada perguruan Swasta. Dikatakan Akhyar, pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang menerpa Kota Medan berdampak hampir di semua lini, baik bagi masyarakat ekonomi lemah, menengah maupun kuat.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Pemko Medan turut bertanggungjawab membuat kebijakan dalam meringankan beban masyarakat terkait pandemic COVID-19, salah satunya meringankan beban masyarakat di bidang pendidikan,” kata Akhyar.

Bacaan Lainnya

Ilustrasi penerimaan peserta didik baru (PPDB). Foto: Lamhot Aritonang/detikcom.ㅤㅤㅤㅤㅤ

Di samping itu tambah Akhyar, larangan ini juga sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI No.4/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam masa Darurat penyebaran COVID-19, Surat Edaran Wali Kota Medan No.440/2582 tentang Antisipasi Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Kota Medan serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.60/2011 tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Selain larangan biaya pendaftaran dan pembangunan, tegas Akhyar, perguruan swasta (PAUD, TK, SD dan SMP) juga tidak membebani murid dengan pembelian buku pelajaran baru.

”Agar tidak memberatkan orang tua siswa yang terdampak dengan COVID-19, gunakan lah buku tahun sebelumnya,” harapnya seraya berharap agar surat edaran itu dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih,” ungkapnya. (HumasPemkoMedan/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.