Penolakan Masyarakat Terhadap Judi Billiar di Desa Klambir Berlanjut

  • Whatsapp
Massa yang menolak adanya judi berkedok olahraga billiar di Dusun IV, Desa Klambir, Kecamatan Hamparan Perak, Rabu (25/11/2020). Foto: Dok. IndoPos86).

Kamis 26 November 2020 I Pukul 11.10 WIB

Hamparan Perak, IndoPos86 – Penolakan judi billiar dan judi qiu qiu di Dusun IV Desa Klambir Kecamatan Hamparan Perak berlanjut, ratusan jamaah mesjid At Taqwa dan masyarakat kembali turun ke lokasi judi billiar pada hari Rabu (25/12/2020) pukul 16.00 WIB.

Muat Lebih

Sebelumnya jamaah masjid dan masyarakat bersama kepala desa Klambir sudah turun ke lokasi perjudian bola billiar pada hari Minggu (22/11/2020), memperingatkan pengusaha billiar bernama Puput untuk menutup usaha bola billiarnya.

Kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala Desa Klambir Bustami dengan menerbitkan surat tertanggal 23 November 2020 tentang penutupan perjudian dan pengosongan meja billiar yang ditujukan kepada pengusaha billiar dengan batas waktu sampai hari Rabu (25/11/2020), tembusan surat diteruskan kepada Muspika Kecamatan Hamparan Perak.

Namun sampai batas waktu yang ditetapkan permainan judi billiar tetap berlanjut. Surat Kepala Desa Klambir tidak diindahkan oleh pihak pengelola billiar.

Melihat kejadian tersebut jamaah masjid At Taqwa dan masyarakat kembali turun ke lokasi perjudian billiar, saat jamaah masuk, didapati para pemain sedang asyik bermain dan melihat massa datang mereka berhamburan lari keluar dari lokasi.

Massa sempat berdialog lembut dan ramah kepada pengelola billiar Puput yang didampingi oleh oknum TNI AD berinisial ‘WHY’.

Massa meminta agar Puput mengindahkan surat kepala desa dan segera menutup dan memindahkan lokasi billiar ketempat lain, namun Puput menanggapi dengan emosi dan arogan.

“Saya tidak akan tutup lokasi ini dan kalau kalian memaksa dan menghancurkan meja billiar, saya akan lapor pada polisi,” bentaknya.

Massa yang menolak adanya judi berkedok olahraga billiar di Dusun IV, Desa Klambir, Kecamatan Hamparan Perak, Rabu (25/11/2020). Foto: Dok. IndoPos86).

Mendengar ucapan yang tak senonoh itu massa menjadi berang, keributan pun terjadi, secara spontan massa mengangkat meja billiar keluar lokasi serta merebahkan pondok billiar yang bertiang bambu beratapkan nipah tersebut

Dengan situasi yang demikian Puput mengamuk histeris dan mengancam massa, “Awas akan kubunuh kalian nanti,” gertaknya.

Massa tidak perduli dengan ancaman tersebut, tiga set meja billiar diarak sampai ke jalan sehingga terjadi kemacetan di jalan Simpang Beringin kearah Bulu Cina, kemacetan jalan lalu lintas berlangsung satu jam lebih.

Massa didampingi para ustadz dan imam masjid serta ketua BPD Desa Klambir Gunung Muhajir Harahap S.Ag terus menjaga agar massa tidak anarkis.

Imam Masjid meminta agar Pangdam dan POM dapat menindak tegas oknum TNI AD berinisial “WHY” yang bertugas BKO di KODAM I/BB, disinyalir adalah pemilik meja billiar dan pembeking judi billiar, qiu qiu serta judi togel di lokasi tersebut yang diamini semua jamaah.

Salah seorang dari jamaah masjid yang tak mau disebut namanya mengatakan kepada awak media,

“Bang, kami turun ke lokasi ini untuk mengawal surat kepala desa kami, kalau tak dihiraukan beginilah jadinya, teguran kepala desa adalah perintah bagi kami,” ucapnya.

Dikarenakan lalu lintas menjadi macet tepat pukul 17.30 WIB pihak polisi lalu lintas Kapolsekta Hamparan Perak turun ke lokasi dan menyingkirkankan meja billiar yang berada ditengah jalan, dan menghimbau massa untuk membubarkan diri, karena sudah hampir masuk waktu sholat magrib massa berangsur angsur membubarkan diri dengan tertib. (Red/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *