Pemkab Kampar Terkesan Melakukan Pembiaran Aksi Buruh PT PEU di HUT RI Ke-75

  • Whatsapp
Mantan Ketua DPRD Kampar periode 2014-2019, Ahmad Fikri S.Ag. Foto: Ryan Kampar/IndoPos86.
“Mereka itu kan bagian dari rakyat Kabupaten Kampar,”

Minggu 16 Agustus 2020 I Pukul 12.28 WIB

Kampar, IndoPos86 – Mantan Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri S.Ag menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, terkesan melakukan pembiaran atas pekerja PT Padasa Enam Utama (PEU) yang melakukan aksi di depan komplek perkantoran Bupati Kampar.

Muat Lebih

Mestinya Pemkab Kampar hadir saat mereka membutuhkan, jangan terkesan diabaikan, kata Ketua DPRD Kampar periode 2014-2019 Ahmad Fikri, S.Ag, Minggu (16/08/2020).

“Mereka itu kan bagian dari rakyat Kabupaten Kampar dan sudah dua malam menginap di depan komplek perkantoran Bupati Kampar, harusnya jangan dibiarkan, kasihan mereka,” ucapnya.

Malam tadi mereka tentunya basah kuyup diterpa hujan, petir dan angin kencang, sementara kita berdiam dirumah, ini sangat miris.

Apalagi, aksi dilakukan menjelang peringatan HUT RI ke-75, pemerintah harusnya bersikap dan hendaknya bisa mencarikan solusi.

Tempat mereka aksi itu jalan lintas, apa kata orang luar sana nanti menilai. Seolah-olah Pemkab Kampar tidak mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah.

“Aksi yang dilakukan itu suatu bentuk kekecewaan rakyat kepada pemerintah dan itu sudah lama, namun tidak ditindaklanjuti secara serius,” ungkap Fikri.

Bupati Kampar dan Forkopimda harus bisa duduk bersama membicarakan hal ini guna mencari solusi, jangan sampai dinilai gagal mengatasi hal-hal kecil seperti ini.

Pekerja PT Padasa Enam Utama (PEU) yang melakukan aksi di depan komplek perkantoran Bupati Kampar. Foto: Ryan Kampar/IndoPos86.

“Ini merupakan riak-riak kecil yang akan membesar, ketika pemerintah tidak mampu meredam, akan banyak gejolak yang timbul,” lanjutnya.

Untuk itu, persoalan seperti ini secepatnya ditindaklanjuti dan dicarikan solusi. Jangan dianggap sepele, karena daerah dipantau oleh Provinsi dan Pusat.

“Jangan hanya sibuk mengurus proyek dan kegiatan serimoni saja. Ini persoalan rakyat, rakyat, rakyat dan ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Ataukah, ini merupakan salah satu bentuk tidak terjalinnya hubungan harmonis dengan Forkopimda. Saya rasa Forkopimda akan membuka diri jika komunikasi dibangun, ini hanya persoalan niat.

Ketika komunikasi dan sinegisitas dapat terbangun dan terjalin, stabilitas daerah akan aman-aman saja, tidak akan pernah terjadi seperti aksi ini. Ini seperti sengaja mempertontonkan ketidakmampuan.

“Bupati harus turun menjenguk mereka, karena Mereka merupakan bagian dari rakyat kampar,” imbuhnya.

Hari ini, sudah dapat dipastikan banyak pakaian mereka dijemur, tidak menutup kemungkinan rentangan jemuran lebih panjang lagi, pakaian dalam pun mewarnai komplek perkantoran Bupati Kampar.

“Bupati Kampar harus turun menjenguk mereka, karena mereka juga rakyat Kampar,” pungkasnya. (Ryan Kampar/IndoPos86)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *