Pemkab Kampar Realokasi Anggaran Rp 72 M Tangani COVID-19

  • Whatsapp

Sekda Kampar Lakukan Teleconference dengan Provinsi Riau yang di pimpin oleh Sekda Provinsi Riau Yan Prana Jaya Indra Rasyid Terkait Pergeseran Anggaran APBD Dalam Rangka Penanganan COVID-19 di Kabupaten Kampar di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar, Jumat (03/04/2020). Foto : Dok. Istimewa.

Jumat 3 April 2020 I Pukul 19.33 WIB

Bacaan Lainnya

Kampar, IndoPos86 РSekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar Drs. M. Yusri, M.Si, melakukan teleconference dengan Provinsi Riau yang di pimpin oleh Sekda Provinsi Riau Yan Prana Jaya Indra Rasyid Terkait Pergeseran Anggaran APBD Dalam Rangka Penanganan COVID-19 di Kabupaten Kampar di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar, Jumat (03/04/2020).

Yusri menjelaskan terkait dengan penanganan COVID-19 Pemerintah Kabupaten Kampar melakukan langkah-langkah dan secara administrasi bahwa ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kampar berkaitan dengan pelaksanaan ibadah.

Fatwa yang dikeluarkan oleh Lembaga Adat berkaitan dengan kepulangan sanak saudara kami dari Malaysia dan Thailand untuk dapat menahan diri agar tidak pulang kampung.

Sekda Kampar juga melaporkan berkaitan dengan kebutuhan keuangan dalam pergeseran anggaran dalam penanganan COVID-19 di Kabupaten Kampar sebesar lebih kurang Rp 72 Miliar dengan rincian Rp 19 Miliar dari Dinas Kesehatan yang digunakan untuk pembelian alat-alat kesehatan, vitamin, penyemprotan dan hal-hal lain.

Kemudian pergeseran anggaran dari Rumah Sakit sebesar Rp 3,5 miliar digunakan untuk dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sedangkan penanganan COVID-19 jangka panjang karena Kampar diperkirakan perantau akan pulang sebelum lebaran Idul Fitri dan Balimau Kasai yang sampai hari ini sudah hampir mencapai 3.000 orang.

Mengantisipasi hal tersebut maka Pemerintah Kabupaten Kampar telah menyiapkan sembako yang ditempatkan melalui Desa, kalau tahun kemaren anggaran tanggap darurat sebesar Rp 20 juta per desa maka tahun ini kita anggarkan sebesar Rp.100 juta per desa, jadi untuk total yang dibutuhkan sebesar Rp 24 miliar hingga sampai bulan Oktober 2020 yang diambil dari dana desa.

Relawan di desa sesuai surat dari Kementerian Desa harus ada relawan di setiap desa dan ini tentunya juga sudah dipersiapkan anggaran sebesar Rp.52 juta per desa dan berarti ada anggaran sebesar lebih kurang Rp.36 miliar ditempatkan di desa untuk itu kita sudah persiapkan Peraturan Bupati (Perbup) maupun perbaikan Perbupnya dah sudah ditandatangani oleh Bupati Kampar.

Sehubungan itu pula, terkait dengan keuangan di Kabupaten Kampar baik itu berkenaan dengan COVID-19 dan pangan sebesar Rp 72 miliar untuk sementara sedangkan dana tidak terduga saat ini di BPKAD ada Rp 2,5 miliar dan nantinya akan ditambah hingga mencapai Rp 10 miliar jika ini dibutuhkan.

Kemudian informasi dari Sekretaris Dewan, anggaran reses yang tidak terpakai selama satu bulan dilakukan pergeseran yang nantinya akan digunakan untuk penanganan COVID-19.

Dari sisi ketersediaan pangan atau logistik sampai hari ini stabil, sedangkan beberapa tempat untuk isolasi yang sudah dipersiapkan yakni gedung PMI yang baru saja selesai dibangun bisa disiapkan 30 kamar berikut perlengkapannya.

Serta gedung rumah sakit yang baru dibangun tahun lalu yang awalnya dipersiapkan 4 kamar, akan ditambah 100 kamar lagi. Kemudian Kampar juga mempunyai 8 puskesmas rawat inap, 2 kamar akan dipersiapkan untuk antisipasi.

Diprediksi sampai hari untuk rawat inap dinilai cukup, dan jika kalau bertambah maka kita punya stanum Bangkinang yang mempunyai 30 kamar bisa digunakan.

Sekda Kampar juga menyampaikan bahwa sudah menerima rapid test sebanyak 1.260 dan sudah dilakukan pemanfaatannya bagi para medis kita. Selain itu Kampar juga sudah menerima Alat Perlindungan Diri (APD) dari Kementerian Kesehatan sebanyak 25 pasang, dan membeli sebanyak 275 APD.

Berkaitan dengan penjemputan TKI dari Malaysia dan Thailand, yang penempatannya ada dari Dumai, Bengkalis, dan Meranti, Pemkab Kampar telah mempersiapkan personil dari Dishub beserta bus pemda.

Kami senantiasa melayani masyarakat yang akan kembali ke Kampar, setiba dirumah langsung dicek dan didata oleh Kepala Puskesmas dan diantar ke rumah masing-masing untuk dilakukan lockdown mandiri. Jadi sebanyak 2.783 orang tadi terpantau dengan baik dan dilakukan pengujian suhu tubuh dilanjutkan dengan rapid tes, sudah ada lebih kurang 300 orang yang sudah dilakukan rapid tes.

Untuk insentif tenaga medis, dari Dinas Kesehatan telah mengajukan sebesar Rp.6 miliar dan ini diprediksikan sampai bulan juli 2020.

Sebelumnya Sekda Kampar melaporkan bahwa terhitung hari ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Kampar sebanyak 2.783 orang, Pasien Dalam Perawatan (PDP) sudah mencapai 8 orang, dengan rincian 2 orang ditempatkan di RSUD Bangkinang, selebihnya berada di RS. Arifin Ahmad, RS. Awal Bros, dan RS. Eka Hospital.

Selain itu juga Kabupaten Kampar telah membentuk dan mengeluarkan SK Gugus Tugas COVID-19 dan sudah berjalan sesuai dengan surat edaran terbaru Bupati Kampar sebagai ketua. (Ryan Kampar/IndoPos86)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.