Pemkab Kampar Dinilai Terburu-Buru dan Tendensius Hentikan Pembangunan Kandang Ayam PT. Malindo

  • Whatsapp

Kondisi bangunan kandang ayam milik PT. Malindo di Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Sabtu (11/04/2020). Foto : Ryan Kampar/IndoPos86.

Sabtu 11 April 2020 I Pukul 19.16 WIB

Bacaan Lainnya

Kampar, IndoPos86 – Terkait penghentian pembangunan pabrik/peternakan ayam milik PT. Malindo yang berlokasi di Desa Sari Galuh Kecamatan Tapung oleh Satpol PP Kabupaten Kampar beberapa hari lalu terkesan terlalu terburu-buru serta tendensius.

“Banyak pihak yang menilai bahwa penutupan pembangunan kandang ayam ini oleh Pemkab Kampar sebagai upaya balas dendam kepada pihak perusahaan, atas tertangkapnya 3 Kepala Desa terkait dugaan pemerasan terhadap pemilik usaha peternakan ayam yaitu PT. Malindo pada 3 April 2020 lalu,” ucap pemerhati pembangunan Kampar yang tak mau di sebutkan namanya, Sabtu (11/04/2020).

Sebagaimana diberitakan oleh salah satu media online di Riau bahwa alasan penutupan pembangunan kandang ayam ini karena izin pembangunannya belum keluar.

Namun, diakui pula bahwa pihak perusahaan telah mengajukan surat permohonan perizinan namun karena belum melunasi retribusi makanya izin belum keluar.

“Dalam keterangannya, pihak perusahaan juga siap melunasi pembayaran retribusi, hanya saja saat ini Pimpinan perusahaan tersebut sedang diluar daerah sehingga pembayarannya terpaksa menunggu yang bersangkutan pulang,” ucapnya lagi.

Tambahnya, sesuai Visi Misi Kabupaten Kampar yang salah satunya adalah memajukan sektor industri, seharusnya pihak Pemkab Kampar mendukung masuknya investasi serta mendukung pembangunan industri di Kabupaten Kampar.

Karena hal ini pasti akan membawa dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat, serta tambahan pemasukan pula bagi pendapatan daerah.

“Sehubungan hal itu hendaknya Pemkab Kampar dapat mendukung pembangunan industri peternakan ini dan bukan buru-buru menutupnya hanya karena masalah administrasi yang belum selesai, apalagi pihak perusahaan juga cukup koperatif dan bersedia menyelesaikan segala kewajibannya,” ucapnya.

Seharusnya, Pemkab Kampar memberikan dukungan atas ada nya pihak luar ingin berinvestasi di Kampar.

Ia berharap, semoga permasalahan ini dapat diselesaikan dengan bijak. Untuk kemajuan daerah dan peningkatan perekonomian masyarakat. (Ryan Kampar/IndoPos86)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.