Pemkab Kampar Laksanakan Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Virus Corona

  • Whatsapp

Sekda Kabupaten Kampar Drs. Yusri, M.Si mewakili Bupati Kampar saat memberikan arahan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Aula Kantor Camat Kuok, Kabupaten Kampar, Selasa (31/03/2020). Foto : Ryan Kampar/IndoPos86.

“Aparatur Desa garda terdepan dalam menghambat pencegahan COVID-19”

Selasa 31 Maret 2020 I Pukul 18.55 WIB

Bacaan Lainnya

Kampar, IndoPos86 – Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH yang diwakili Sekretaris Daerah Kampar Drs. Yusri, M.S.i kembali melakukan kegiatan Sosialisasi penanganan penyebaran virus corona atau COVID-19.

Acara dilaksanakan di lima Kecamatan Serantau Kampar Kiri, Sekda Kampar yang didampingi beberapa kepala OPD Kabupaten Kampar, Camat dan Kepala Desa.

Sosialisasi upaya pencegahan Penyebaran virus corona (COVID-19) dipusatkan di Aula Kantor Camat Kuok, dan diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas di dua Kecamatan Kuok dan Salo, pada Selasa (31/03/2020).

Dalam arahannya Yusri menekankan bahwa aparatur Camat, Kepala Desa serta seluruh ASN dilingkungan Kecamatan merupakan garda terdepan dalam menghambat laju perkembangan virus Corona. Dirinya juga menghimbau masyarakat untuk mematuhi himbauan upaya pencegahan penyebaran virus oleh Pemerintah Daerah maupun pusat.

“Kita Sebagai Aparatur Sipil Negara harus menjadi garda terdepan dalam menghambat penyebaran virus corona,”ucap Yusri.

Dalam kesempatan itu pula Yusri juga mengatakan bahwa Kabupaten Kampar adalah wilayah transit, begitu juga masyarakat Kampar adalah wilayah yang banyak perantau dan seperti tahun-tahun yang lalu, banyak warga masyarakat yang merantau untuk pulang ke kampung halaman.

“Lakukan pemantauan, orang yang baru saja bepergian, orang yang baru saja melakukan perjalanan ke daerah yang terjangkit virus corona, lakukan lockdown mandiri selama 14 hari,” ujar Sekda.

Sekda juga menghimbau aparatur Desa untuk mengajak masyarakatnya untuk tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak.

“Kenali, ketahui siapa saja yang masuk ke desa atas wilayah, dan bagi yang berada diluar negeri, jangan pulang kampung dulu”, imbuh Yusri

Disamping itu Yusri juga menyampaikan akan terbit surat edaran dari Menteri Pemberdayaan Desa, untuk membantu penanganan Pencegahan COVID-19 Rp. 150 juta perdesa.

Dana ini bisa digunakan apabila pemerintah Daerah telah mengeluarkan status lock down total, dana Rp. 100 juta bisa digunakan untuk membantu masyarakat Desa bila kekurang pangan dan 50 juta untuk membeli peralatan kesehatan pencegahan penyebaran virus.

“Dana 100 Juta dari Kementerian Pemberdayaan Desa tersebut bisa dimanfaatkan untuk membeli bahan pokok untuk masyarakat perdesa apabila terjadi lockdown, dan 50 Juta untuk membeli Peralatan Pencegahan Penyebaran Virus COVID-19, Dana bantuan tersebut harus dimasukan kedalam Rencana Kegiatan Anggaran Disetiap Desa”, papar Yusri.

Tambah Yusri juga untuk Pelaksanaan jemaah Haji, MUI telah menetapkan bahwa untuk daerah lain yang terkena zona merah telah melakukan ibadah di lokasi masing-masing. Harus ada protokol kesehatan yang ikut memantau jemaah. Dipastikan MUI akan mengeluarkan Fatwa yang mengatur ibadah selama Virus Corona.

Pesan terakhir kepada masyarakat agar jangan panik menghadapi situasi ini, banyaklah berdoa dan memohon ampun kepada Allah atas semua kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan, dan yang paling penting, jangan menimbun sembako, belilah sebanyak yang dibutuhkan saja, karena jika masyarakat berbondong-bondong menimbun sembako, maka yang lain tidak akan kebagian, dan untuk diletahui pasokan sembako kita untuk beberapa bulan kedepan, Insya Allah masih tersedia,” tutupnya. (Ryan Kampar).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.