Panglima TNI Bersama Kapolri Tinjau Pembangunan RS COVID-19 di Pulau Galang

  • Whatsapp

Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri PUPR meninjau progres pembangunan RS khusus penanganan pasien corona di Pulau Galang, Kepri. Foto : Agus Siagian/Detik.com.

Kamis 26 Maret 2020 I Pukul 11.31 WIB

Bacaan Lainnya

Batam, IndoPos86 – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Idham Azis melakukan kunjungan kerja untuk meninjau progres pembangunan rumah sakit khusus penyakit menular yang diperuntukkan bagi pasien COVID-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau, Rabu (25/03/2020).

Dalam kunjunganya ini, Panglima TNI dan Kapolri turut didampingi Menteri PUPR M Basuki Hadi Muljono, Asops Panglima TNI Mayjen Arios Tiopan Aritonang, Asops Polri Irjen Harry Rudlf Nahak, Kapolda Kepri Irjen Andap Budi Revianto, Pangdam 1 Bukit Barisan Mayor Jendral TNI MS Fadilah, Danrem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Leman, Dandim Kota Batam Letkol Inf Rahmad Daud Harahap, Danlanud Hang Nadim Letkol Urip Widodo dan Danden POM Kota Batam.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan, pembangunan RS COVID-19 ini memiliki dua fasilitas, yaitu fasilitas untuk observasi dan fasilitas isolasi, termasuk pendukung untuk tenaga medis dan sarana lainya di antaranya adalah ruang farmasi, radiologi, gizi dan juga termasuk laundry.

Foto aerial progres pembangunan rumah sakit khusus corona (COVID-19) di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (25/03/2020). Foto : Bobby/Mnk/ANTARA. FOTO.

Progres pembangunan rumah sakit Khusus Corona (COVID-19) secara keseluruhan telah mencapai 78 persen dan ditargetkan selesai dan siap untuk digunakan akhir bulan Maret 2020.

“Kesiapan pembangunan RS ini sudah 78%, yang mana tiga hari lagi RS ini akan siap pengerjaanya. Namun, kita masih perlu melatih tenaga medis agar bisa mengoperasikan rumah sakit ini dengan efektif dan dapat di operasionalkan dengan baik,” kata Panglima TNI dalam keteranganya.

Hadi menambahkan RS yang terletak di bekas camp Vietnam itu, bakal menyediakan 340 kamar untuk observasi. Dan 20 kamar yang diperuntukan bagi kebutuhan isolasi.

Dijelaskan Hadi, ruang Isolasi yang dibangun adalah ruang isolasi ICU sehingga dilengkapi dengan tekanan negative untuk ruanganya, AC standar HEPA, oksigen dan kamar mandi didalam.

“Pembangunan tetap di laksanakan sampai dengan target yg diinginkan tercapai,” pungkas Hadi. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.