Naik Signifikan ODP di Sumut Tembus 1.391 Orang

  • Whatsapp

Satuan Gugus Tugas Khusus Percepatan Penanganan virus corona (COVID-19) Sumatera Utara Riadil Akhir Lubis saat memberikan konferensi pers di kantor Gubernur Sumut, Medan. Foto : Dok. Media Center.

Selasa 24 Maret 2020 I Pukul 22.25 WIB

Bacaan Lainnya

Medan, IndoPos86 – Satuan Gugus Tugas Khusus (Satgasus) Percepatan Penanganan virus corona (COVID-19) Sumatera Utara, mengeluarkan rilis terbaru mengenai perkembangan penyebaran COVID-19 di Sumatera Utara.

Adapun data terbaru hingga Selasa sore (24/03/2020), terjadinya peningkatan yang sangat signifikan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yakni menembus 1.391 orang.

Selanjutnya, pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 53 orang, 8 orang negatif sedangkan 8 pasien lainnya dinyatakan positif, kata Ketua Satgasus COVID-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis dalam konferensi pers melalui channel Youtube resmi milik Humas Pemprov Sumut, Selasa (24/03/2020), dikutip dari WaspadaAceh.com.

Keterengan perkembangan penyebaran COVID-19 di Sumatera Utara. Foto : Dok. Istimewa.

Peningkatan jumlah ODP ini merupakan hasil treasing dan pelacakan terhadap orang-orang yang punya keterkaitan dengan pasien positif, yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut.

“Hasilnya hingga sore ini, terdapat 1.391 orang ODP,” kata Riadil.

“Seperti yang kita ketahui bersama. Kita bersama TNI/Polri terus melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat keramaian. Seperti warung kopi dan cafe. Kita tidak melarang berjualan. Silahkan memesan untuk dimakan di rumah, jangan makan dan duduk di cafe,” kata Riadil.

Riadil mengatakan TNI/Polri akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaku usaha. Dia meminta juga pelaku usaha proaktif kepada pelanggan dan melarang berkumpul di cafe-nya.

“Hal ini semata, untuk menghindari penyebaran virus corona. Apalagi sampai saat ini sudah 8 orang positif,” ujarnya.

Riadil lalu menjelaskan pemerintah saat ini sedang menyiapkan insentif kepada pelaku usaha khususnya UMKM yang terkena dampak. Program itu melalui Jaring Pengaman Sosial dengan pemberian insentif.

“Penerima Jaring Pengaman Sosial ini adalah pedagang asongan, UMKM, ojek online dan sopir online termasuk angkot. Ini sedang kita siapkan, agar mereka yang terkena dampak penurunan perekonomian akibat wabah ini dapat diselamatkan pemerintah,” ungkapnya.(Adm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.