MUI Jatim Sesalkan Tindakan Kasar Satpol PP pada Habib Umar Assegaf

  • Whatsapp
Habib Umar Assegaf Bangil saat bersitegang dengan petugas PSBB di di pos check point exit Tol Bundaran Satelit, Surabaya, Rabu (20/05/2020). Foto: Dok. Istimewa.
“Harusnya petugas di lapangan pos check point PSBB menggunakan pendekatan persuasif dan simpatik.”

Jumat 22 Mei 2020 I Pukul 13.56 WIB

Surabaya, IndoPos86 – Soal Habib Umar Assegaf yang bersitegang hingga nyaris adu pukul dengan Satpol PP menjadi perhatian MUI Jatim. MUI menyayangkan aksi Satpol PP yang tak bisa menahan emosi saat meladeni habib itu.

Bacaan Lainnya

“Harusnya petugas di lapangan pos check point PSBB menggunakan pendekatan persuasif dan simpatik. Itu akan jauh lebih mengena kepada masyarakat. Bukan malah mendahulukan emosi,” kata Sekretaris MUI Jatim, Ainul Yaqin dilansir dari detikcom, Jumat (22/05/2020).

Menurutnya, MUI Jatim menyesalkan ketegangan yang terjadi antara Habib Umar dengan petugas Satpol PP. Pihaknya menilai, petugas PSBB di lapangan harus bersikap sabar, dan memberi contoh yang baik. Terlebih dalam memperlakukan Habib Umar yang merupakan tokoh masyarakat yang dihormati.

“Habib Umar adalah sosok yang dihormati. Beliau punya muhibbin (pencinta) yang banyak,” jelas Ainul.

Ainul menyampaikan, petugas boleh menerapkan protokol COVID-19 dengan tegas namun jangan sampai terbawa emosi. Sebab, kejadian di lapangan merupakan risiko dari pekerjaan.

“Harusnya pakai kepala dingin. Kalau main kasar seperti kayak gitu dibiarkan, saya khawatir terjadi konflik horizontal. Karena itu, begitu kami tahu, langsung berkoordinasi dengan pemerintah terutama kepolisian untuk melakukan mediasi. Jadi itu semoga ini tidak menjadi persoalan yang melebar,” terangnya.

Habib Umar Assegaf Bangil saat bersitegang dengan petugas PSBB di di pos check point exit Tol Bundaran Satelit, Surabaya, Rabu (20/05/2020). Foto: Dok. Istimewa.

Ia juga menilai, petugas yang bersitegang dengan Habib Umar semestinya paham dan bisa meredam emosinya. Terlebih yang dihadapinya bukan orang sembarangan, tapi seorang habib sepuh yang dihormati.

“Dilihatlah dari cara berpakaian beliau dan usianya. Habib Umar itu kan sepuh, petugas harusnya paham beliau menggunakan pakaian seperti itu, berarti bukan orang sembarangan,” tegasnya.

Pascakejadian tersebut, lanjutnya, MUI Jatim meminta pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan evaluasi saat menjalankan tugasnya di lapangan. “Ini menjadi evaluasi bagi pemerintah bagaimana petugas di lapangan harus betul mengerti cara menghadapi orang. Cara-cara humanis dengan human relation, pendekatannya juga harus dengan persuasif,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, video Habib Umar memarahi hingga mendorong petugas PSBB Surabaya viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (20/05/2020) sore.

Peristiwa itu terjadi di pos check point exit Tol Satelit, Surabaya. Petugas PSBB menghentikan kendaraan Toyota Camry dengan Nopol N 1 B dari arah Malang yang akan masuk Kota Surabaya.

Namun karena sang sopir tidak mengenakan masker, dan jumlah penumpang mobil melebihi kapasitas, kendaraan tersebut diminta putar balik. Sang habib lalu turun dari mobil dan memarahi hingga mendorong petugas. Puncaknya, Pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan itu nyaris adu pukul dengan petugas Satpol PP. (Detik.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.