Mudik Gratis Lebaran Tahun 2020 Dibatalkan Pemerintah

  • Whatsapp
“Melihat kondisi penyebaran virus COVID-19 yang begitu masif belakangan ini, saya rasa ini keputusan yang tepat walau berat, mudik gratis akan dibatalkan”

Ilustrasi : Suasana di Stasiun Jember saat masa angkutan Lebaran 2019. Foto : Zumrotun Solichah/ANTARA.

Selasa 24 Maret 2020 I Pukul 22.56 WIB

Bacaan Lainnya

Jakarta, IndoPos86 – Demi mencegah meluasnya penyebaran wabah virus corona (COVID-19), pemerintah tengah mengkaji berbagai skenario seperti lockdown, pemeriksaan tes massal (rapid test), hingga wacana melarang masyarakat pulang kampung atau mudik Lebaran di tahun 2020.

Opsi pembatalan mudik Lebaran gratis 2020 dipilih pemerintah sebagai skenario terburuk karena kondisi penyebaran COVID-19 semakin memburuk.

Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat resmi menghapus program mudik gratis pada musim Lebaran 2020 ini.

Penghapusan itu terkait dengan bencana penyebaran virus corona (COVID-19).

“Sudah diputuskan untuk ditiadakan programnya tahun ini. Semula mudik gratis ini memang akan kami adakan BUMN dan pihak swasta lainnya,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi Senin (23/03/2020), dikutip dari Kompas.com.

Budi menjelaskan langkah peniadaan mudik gratis diambil dengan pertimbangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit virus corona yang berlaku selama 91 hari, mulai 29 Februari hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Penghapusan mudik gratis yang akan dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Darat sendiri mencakup program mudik dengan bus dan kapal penyeberangan.

Budi berharap masyarakat bisa mengerti dan mematuhi upaya yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan penularan virus corona.

“Melihat kondisi penyebaran virus COVID-19 yang begitu masif belakangan ini, saya rasa ini keputusan yang tepat walau berat, mudik gratis akan dibatalkan,” lanjut Budi.

Mudik Lebaran identik dengan pergerakan jutaan manusia, khususnya dari perkotaan menuju pedesaan, serta periode berkumpul keluarga dalam rangka silaturahmi.

“Saya imbau masyarakat tidak melakukan perjalanan dulu hingga situasi kondusif. Mudik ini melibatkan banyak massa, berpotensi menjadi titik penyebaran virus tersebut, yang mudik bepergian ke daerahnya masing-masing akan berpotensi membuat wilayah persebaran COVID-19 meluas,” kata Budi.(Adm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.