Muda, Demokrat Dan Koalisi Rakyat

  • Whatsapp
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Desain Grafis Jhon Purba/IndoPos86.
“Saya tekankan bahwa muda adalah kekuatan. Kekuatan dalam pemikiran dan tindakan. Muda juga adalah keberanian untuk melakukan perubahan,”

*Jhon Pardamean Purba, SE

Sabtu 28 Agustus 2021 I Pukul 12.59 WIB

Medan, IndoPos86 – “Saya tekankan bahwa muda adalah kekuatan. Kekuatan dalam pemikiran dan tindakan. Muda juga adalah keberanian untuk melakukan perubahan,” demikian ucap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidato politiknya saat menjadi Ketua Kogasma Partai Demokrat di SICC, Sentul, Minggu (11/03/2018). Kalimat yang disampaikan oleh AHY tersebut adalah sebuah pecutan semangat untuk generasi muda untuk berani mengambil sikap dan tindakan ditengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks.

Bacaan Lainnya

Lantas apa yang ditawarkan oleh Demokrat  adalah kesempatan dimana ditengah situasi yang semakin sulit, terlebih ditengah semakin terbukanya pintu kita untuk tenaga kerja asing. Belum lagi sebahagian besar generasi muda Indonesia sulit untuk mengembangkan kapasitasnya  diakibatkan teknologi yang masih belum merata. Kenyataan ini membuat generasi muda Indonesia semakin kesulitan untuk bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Apa yang disampaikan AHY 3 tahun yang silam ternyata bukanlah isapan jempol semata, dimana pada Kongres V Partai Demokrat 2020 yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (14/03/2020) secara aklamasi AHY terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Langkah mulus AHY menjadi orang nomor 1 di partai berlambang mercy tersebut sudah terlihat saat melampirkan formulir pendaftaran calon ketua umum, AHY telah mendapat dukungan 93 persen suara dari DPD maupun DPC Partai Demokrat.

Langkah mulus ini kemudian mendapat ‘cibiran’ dari beberapa pihak yang menganggap jika AHY terlalu muda untuk memimpin partai sebesar Partai Demokrat yang notabene pernah menjadi partai pemenang pemilu di negeri ini. Belum lagi anggapan jika kemenangan AHY dalam Kongres V Partai Demokrat tidak lebih hanya seremoni untuk melegalkan posisi Ketua Umum dari tangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang notabene adalah ayah kandung AHY.

Keraguan akan kapasitas AHY memimpin Partai Demokrat semakin membuncah ketika setahun setelah Kongres Ke V Tahun 2020 tepatnya Jumat (05/03/2021) bertempat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara terselenggara Kongres Luar Biasa (KLB) kubu yang kontra Ketua Umum Partai Demokrat AHY. Dalam KLB yang salah satu poinnya adalah memilih Ketua Umum baru yang diklaim menggantikan AHY. Melalui voting cepat akhirnya KLB tersebut memutuskan bahwa Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan AHY.

Padahal beberapa bulan sebelumnya AHY dianggap melakukan drama ketika dalam pidato politiknya di Jakarta, Senin (01/02/2021) dirinya menyampaikan bahwa akan ada gerakan politik untuk mengambil alih secara paksa jabatan Ketua Umum Partai Demokrat dari dirinya. Bahkan AHY mengklaim bahwa gerakan politik yang ingin merebut kekuasaan pimpinan Demokrat secara inkonstitusional tersebut melibatkan pejabat di lingkaran Presiden Joko Widodo.

Sontak statement tersebut memancing reaksi banyak kalangan terlebih yang berada di lingkar istana. Hingga akhirnya KLB Partai Demokrat terlaksana di Sibolangit, Sumatera Utara, perlahan-lahan pihak yang tidak percaya dengan perkataan AHY sebelumnya mundur perlahan. Ketika banyak pihak menantikan tindakan yang akan diambil AHY apakah akan melibatkan SBY untuk turun tangan, namun yang menarik AHY menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin. Malalui serangkaian pertemuan internal Partai Demokrat diantaranya dengan para pendiri partai tersebut, hingga secara resmi bersurat kepada Presiden Joko Widodo dan mendatangi langsung Kemenkumham.

Hasilnya Presiden Joko Widodo melalui Menkumham Yasonna Laoly menolak hasil KLB Partai Demokrat versi Moeldoko dan tetap mengakui bahwa kepengurusan Partai Demokrat yang sah dibawah kepemimpinan Ketua Umum AHY. Dinamika yang terjadi menjelang 2 dekade usia Partai Demokrat 9 September 2021 mendatang menunjukkan bahwa AHY memang layak memimpin Partai Demokrat. Cara elegan tanpa harus grasa-grusu yang ditempuh dalam meredam usaha yang hendak mengambil alih Partai Demokrat secara inkonstitusional layak mendapat apresiasi.

Kini menjelang 2 dekade usia Demokrat tantangan belum usai, pasca Pilres tahun 2009 yang mengantarkan Partai Demokrat menjadi partai pemenang Pemilu sekaligus mengantarkan SBY menjabat Presiden RI untuk periode kedua, Partai Demokrat seakan kehilangan taringnya di 2 edisi Pilpres yaitu 2014 dan 2019. Langkah politik Demokrat yang memilih untuk berada di poros tengah dalam artian tidak berada di pihak Istana namun juga bukan di pihak oposisi, juga mendapat respon negatif beberapa pihak. Karena sikap ini dianggap menunjukkan Partai Demokrat tidak tegas berpihak kemana.

Poros tengah dengan berkoalisi dengan rakyat adalah sebuah usaha untuk mengembalikan demokrasi negeri ini ke jalur yang seharusnya. Ketika sebahagian besar partai politik memilih untuk bergabung dengan kekuasaan dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, bahkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang menjadi kompetitor di Pilpres memilih untuk masuk dalam pemerintahan dan mendapat jabatan Menteri. Namun, Partai Demokrat tetap dengan pendiriannya untuk setia berkoalisi dengan rakyat yang sejatinya merupakan pemilik mandat utama dalam demokrasi.

Ini adalah modal yang besar jika kemudian Partai Demokrat berhasil mengambil hati rakyat. Mengutip kutipan Vox Populi Vox Dei, Suara Rakyat Suara Tuhan maka jika Partai Demokrat berkoalisi dengan rakyat maka secara harfiah Partai Demokrat berkoalisi dengan Tuhan. Sehingga dengan kekuatan pemimpin muda, partai yang matang secara usia serta koalisi dengan pemegang saham kekuasaan (rakyat) maka bukan hal yang mustahil Partai Demokrat kembali ke jalur kekuasaan. Tinggal bagaimana AHY dengan mesin Partai Demokrat mampu untuk menjalin koalisi yang kuat bersama rakyat untuk mengambil alih kekuasaan. (Red/IndoPos86).


*Penulis Merupakan Pemimpin Redaksi  Media Online IndoPos86

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *