Miris..!!! Penerima PKH Di Tapung Hilir, Sudah Bisa Buat Rumah Gedung, Tetap Mau Dicap Miskin

  • Whatsapp

Petugas PKH Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar memasang label keluarga pra sejahtera disetiap rumah penerima manfaat, Rabu (22/04/2020). Foto : Ryan Kampar/IndoPos86.

Rabu 22 April 2020 I Pukul 22.38 WIB

Bacaan Lainnya

Kampar, IndoPos86 – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program Kementrian Sosial yang terdiri dari PKH, sembako, KIS dan KIP di Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar dinilai sudah tidak tepat sasaran.

Hal ini didapat oleh awak media saat mengikuti Tim kordinator PKH Kecamatan Tapung hilir saat melakukan pemasangan label Keluarga Pra Sejahtera disetiap rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hari ini Rabu (22/04/2020) di Desa Kota Bangun, Tapung lestari, Tapung lestari dan Desa Suka maju Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Pemasangan Label “Keluarga Pra Sejahtera” disetiap rumah KPM ini dilakukan sebagai bukti otentik dengan adanya Keluarga yang menerima manfaat dari program-program bantuan sosial Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial.

Dan sebagai pendataan ulang terhadap kondisi yang sebenarnya, karena selama ini masyarakat banyak yang menaruh curiga akibat ketidak adilan pemerintah dalam memberikan pragram bantuan yang tidak tepat sasaran.

Kegiatan pemasangan label ini dilaksanakan langsung oleh Tim Pendamping PKH Kecamatan Tapung Hilir Sujendro bersama Sunila Aftika yang didampingi oleh Kepala Desa Kota Bangun Sayugi, Bhabinkamtibmas Fery Monika SH dan Kepala Desa Suka Maju Hadi Warsito bersama Bhabinkamtibmas Brigadir Polisi Laris Silaban dan Babinsa Serda Simbolon.

Petugas PKH Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar memasang label keluarga pra sejahtera disetiap rumah penerima manfaat, Rabu (22/04/2020). Foto : Ryan Kampar/IndoPos86.

Sujendro selaku Petugas Sosial Kecamatan Tapung hilir mengatakan kepada media bahwa jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Tapung hilir sekitar 1504 KPM dan yang sudah mengundurkan diri dengan kesadaran karena kesejahteraannya sudah membaik baru sekitar 80 KPM.

Sujendro dan Sunila Aftika berharap kepada KPM yang sudah sejahtera agar mau mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sehingga kuotanya bisa digantikan oleh keluarga yang tidak mampu lainnya.

Berdasarkan laporan warga yang tidak ingin disebutkan namanya kepada media bahwa kalo diliat dari kondisi sekarang sebenarnya penerima bantuan dari pemerintah yang sudah bisa buat rumah gedung, sudah punya kendaraan bermotor, sudah punya televisi, mesin cuci masak itu masih dibilang miskin juga.

“Sementara masih banyak lagi keluarga miskin lainnya contohnya keluarga Bapak Tara Riwanto dan ibu Nia Walianti yang rumahnya masih berdinding papan, pekerjaan masih serabutan dan saat ini sedang hamil tua, tetapi tidak ada satupun program bantuan pemerintah didapatnya, apa tidak kasihan liat mereka,” ungkapnya.

“Sementara Keluarga Penerima Manfaat seperti : PKH, Sembako, KIS dan KIP saat ini sudah bisa buat rumah gedung, mempunyai pekerjaan tetap dan mempunyai usaha tetapi masih mau di cap sebagai orang miskin dan masih ngotot ingin terus dapat bantuan pemerintah, ironis kan,” ucapnya lagi.

Kepada Pemerintah Desa, Kecamatan dan Dinas Sosial agar segera mendata ulang kembali penerima PKH ini, agar PKH yang sudah sejahtera segera dicoret sebagai penerima dan digantikan dengan keluarga kurang mampu lainnya,” tutup warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya kepada awak media. (Ryan Kampar/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.