Menteri BUMN Pesan 500.000 Alat Tes Virus Corona dari China

  • Whatsapp
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat meninjau protokol keamanan dan sinkronisasi penyebaran virus corona, (11/03/2020). Foto : Instagram/@erickthohir.
“Kami sudah pesan sekitar 500.000 (alat rapid test). RNI lagi kerja sama dengan China itu mau produksi rapid test corona,”

Kamis 19 Maret 2020 I Pukul 11.22 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir telah menginstruksikan perusahaan pelat merah untuk memesan ratusan ribu alat rapid test virus corona dari China. Dengan adanya alat tes virus corona ini, pengecekan virus corona bisa dilakukan secara massal.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah pesan sekitar 500.000 (alat rapid test). RNI lagi kerja sama dengan China itu mau produksi rapid test corona,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Rabu (18/03/2020) dilansir dari Kompas.com.

Arya menjelaskan, alat rapid test yang sedang dipesan menyerupai test pack untuk mengecek kehamilan. Hasil tes ini bisa didapatkan dalam waktu kurang dari tiga jam.

“Walaupun rapid test ini bukan tes terakhir, kalau dia positif (corona), dia melangkah lagi ke test lab. Paling tidak dia sudah punya kepastian tahap awal. Jadi indikasi corona langsung ketahuan. Kalau sudah ada kecenderungan corona langsung test swab,” kata Arya.

Arya memastikan, dengan metode rapid tes harganya akan lebih terjangkau dibandingkan tes yang ada saat ini. Namun, dia belum bisa merinci berapa biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk membeli alat ini.

Sebelumnya Pemerintah menyebut kasus positif virus corona per Rabu (18/03/2020) pukul 12.00 WIB mencapai 227 orang, dengan 19 orang meninggal dunia.

“Pada periode 17 Maret pukul 12.00 WIB sampai 18 Maret pukul 12.00 WIB ada penambahan kasus 55 kasus positif,” kata juru bicara pemerintah dalam penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, di BNPB, Jakarta, Rabu (18/03/2020).

Ia merinci kasus-kasus positif virus corona (COVID-19) terbaru itu berasal dari Banten empat kasus, DIY satu kasus, DKI Jakarta 30 kasus positif, Jawa Barat 12 kasus, Jateng dua kasus positif, Sumatera Utara satu kasus positif, Lampung satu kasus, Riau satu kasus, dan Kaltim satu kasus positif. Selain itu, ada dua pasien lainnya berdasarkan pemeriksaan mandiri.(Adm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.