Mendagri Perbolehkan Pemda Ubah APBD, Tambah Dana Tanggulangi Virus Corona

  • Whatsapp
Mendagri Tito Karnavian bersama Kepala BNPB Doni Monardo dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (16/03/2020). Foto: Dok Kemendagri
“dengan fokus meningkatkan kapasitas di bidang kesehatan untuk pengendalian corona desease, negara dapat melakukan revisi APBD”

Selasa 17 Maret 2020 I Pukul 10.31 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemerintah daerah bisa mengubah anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan mengalokasikan dana tambahan guna menanggulangi virus corona (COVID-19).

Bacaan Lainnya

Dikutip dari CNN Indonesia, Tito mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai hal itu dan akan membuat peraturan untuk menunjangnya.

“Pertama tentang APBD, dengan fokus meningkatkan kapasitas di bidang kesehatan untuk pengendalian corona desease, negara dapat melakukan revisi APBD,” ujarnya saat konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Senin (16/03/2020).

Dalam penjelasannya, Tito mengatakan revisi APBD fokus untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit di daerah agar memenuhi standar penanganan virus corona. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan revisi APBD bisa dilakukan untuk mendanai kampanye pencegahan dan penularan virus corona di daerah.

“Revisi APBD untuk meningkatkan fasilitas dan kapasitas rumah sakit supaya sesuai standar penanganan COVID-19, juga untuk melakukan kampanye pencegahan,” jelasnya.

Selain revisi APBD, Tito juga menjelaskan dua program lainnya, yaitu meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat dan membantu pengusaha UMKM.

Tito juga memaparkan upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya tahan ekonomi di tingkat desa. Ia menekankan pada pembagian dana desa dan bantuan sosial (bansos) bagi warga kurang mampu.

“Meningkatkan daya tahan ekonomi terutama membantu masyarakat yang rentan, melalui bantuan sosial dan program dana desa,” ucapnya.

Kebijakan guna membantu pengusaha UMKM sebagai roda penggerak ekonomi di daerah pun bakal diterbitkan. Tentu agar dunia usaha tetap bergerak sebagaimana mestinya di tengah wabah virus corona yang kian merebak.

Sejauh ini, pemerintah pusat mengumumkan ada 134 orang yang positif terjangkit virus corona. Ada 8 orang dinyatakan sembuh dan 5 di antaranya meninggal dunia.(Adm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.