Ma’ruf Amin Menilai “Lockdown” Belum Perlu Dilakukan Indonesia

  • Whatsapp
Wakil Presiden Ma'ruf Amin didampingi Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar (kanan) dan Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi memberikan keterangan pers di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (13/03/2020). Foto : Fransiska Ninditya/ANTARA.

Jumat 13 Maret 2020 I Pukul 15.36 WIB


Jakarta, IndoPos86 – Terkait statement Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tentang kebijakan penguncian diri atau lockdown dalam upaya pencegahan penyebarluasan Covid-19  ditanggapi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Bacaan Lainnya

“Saya kira belum ke sana (kebijakannya). Belum ada semacam zona-zona penutupan, belum, kita belum perlu. Pemerintah belum menganggap perlu; sehingga bisa menimbulkan dampak kepanikan, nanti dampaknya bermacam-macam dan kemana-mana,” kata Ma’ruf Amin di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (13/03/2020).

Dilansir dari ANTARA, Jumat (13/03/2020), Wapres menilai penguncian diri baik secara zonasi maupun nasional bisa menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Untuk saat ini, Pemerintah Indonesia memberlakukan langkah preventif dengan memperketat warga negara asing (WNA), yang masuk ke Indonesia dengan harus menunjukkan hasil tes kesehatan, khususnya dari empat negara paling banyak terdampak Covid-19.

Wapres Ma’ruf juga mengimbau masyarakat untuk rajin menjaga kebersihan dan kesehatan dan segera memeriksakan diri ke rumah sakit apabila mendapati gejala seperti batuk, pilek, demam, serta kembali dari perjalanan luar negeri.

“Kita sudah membuat kebijakan untuk empat negara itu harus ada sertifikat bebas dari Virus Corona, yaitu Italia, Korea Selatan, Iran dan Jepang. Pengawasan di tempat masuk (wilayah Indonesia) tetap diperketat,” katanya.

Mantan Wakil  Presiden RI yang juga merupakan Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla terkait wacana lockdown dalam meminialkan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Foto : Instagram/@jusufkalla.

Sebelumnya, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan lockdown merupakan salah satu cara efektif untuk meminalkan penyebaran Covid-19. Menurut Jusuf Kalla, lockdown bisa diterapkan selama Pemerintah Indonesia menyiapkan skenario untuk menghadapi dampaknya.

“Iya (efektif), salah satunya China berhasil memperlambat, (walaupun) tidak mencegah 100 persen, itu karena lockdown. Ya kalau diinstruksikan (di Indonesia) pasti bisa, tapi memang harus siap ekonominya, siap macam-macam,” kata Jusuf Kalla.

Beberapa negara yang memberlakukan lockdown, baik secara nasional maupun regional, akibat penyebaran Covid-19 antara lain Italia, China, Filipina dan Denmark. (Adm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.