KPK Ajak Taufik Hidayat Buat Laporan Jika Memang Ada Korupsi di Kemenpora

  • Whatsapp
Mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat kembali akan diperiksa KPK terkait kasus korupsi di Kemenpora. Foto: JawaPos.Com
“KPK dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi tentu tidak lepas dari peran serta masyarakat,”

Kamis 14 Mei 2020 I Pukul 12.08 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Cuap-cuap mantan pebulutangkis Taufik Hidayat mendapat tanggapan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu mempersilakan Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 itu melaporkan ke KPK jika memang di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) banyak koruptor.

Bacaan Lainnya

“Jadi begini, KPK dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi tentu tidak lepas dari peran serta masyarakat,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (13/05/2020).

Karena itu, kata dia, jika Taufik mengetahui ada dugaan tindak pidana korupsi silakan melaporkan kepada KPK dengan data yang dimiliki baik melalui bagian pengaduan masyarakat maupun call center 198.

“Selanjutnya, KPK akan melakukan telaah dan verifikasi lebih lanjut terhadap data tersebut,” ujar Ali.

Sedangkan terkait keterangan Taufik sebagai saksi di persidangan, ia menyatakan fakta-fakta yang disampaikannya telah dicatat oleh jaksa penuntut umum (JPU).

“Tentu karena perkara ini masih berjalan di persidangan dengan pemeriksaan saksi-saksi lainnya, maka kita ikuti prosesnya lebih dahulu sampai putusan majelis hakim,” ujarnya pula.

Tangkapan layar mantan pebulu tangkis Taufik Hidayat dalam acara Podcast Deddy Corbuzier. Foto: Youtube/Deddy Corbuzier.

KPK, kata Ali, tentu akan mengembangkan lebih lanjut terkait perkara tersebut sepanjang berdasarkan seluruh fakta-fakta hukum di persidangan dan juga setelah dilakukan analisis ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan pihak lain sebagai tersangka.

Sebelumnya, Taufik saat diwawancara melalui akun Youtube Deddy Corbuzier yang disiarkan, Senin (11/05/2020), mengungkapkan penyesalannya karena telah masuk di pemerintahan. “Asli gue kapok, maksudnya yang tadinya cuma memang ingin belajar gitu karena mertua yang di pemerintahan terus kadang pikiran mereka siapa lagi sih yang nerusin. Akhirnya coba yang tadinya di organisasi olahraga yang di bulu tangkis, akhirnya masuk ke pemerintah,” ujar Taufik.

Kemudian, ia pun juga mengungkapkan bahwa di Kemenpora banyak tikus atau koruptor.

“Ternyata waduh nggak sejalan nih, kiamat lah. Kalau bisa dibilang kasarnya tuh sekarang gue cuma berpikir siapa pun menterinya akan sama aja. Itu harus setengah gedung dibongkar, “tikus”-nya banyak, banyak banget,” kata Taufik.

Ia pun juga mengklarifikasi perihal dirinya yang menjadi kurir penerima uang untuk mantan Menpora Imam Nahrawi.

“Jadi gini lho kayak kemarin gue (saksi) ada di sidang juga cuma kan kaya online. Jadi dari satu, dua, tiga, gue cuma ini lho pak. Gue nggak tahu (uang itu buat apa). Gue akui gue salah cuma gue kan nggak berpikir panjang,” ujar Taufik. (Republika.Co.Id/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.