Khofifah Akui Belum Ada Usul PSBB Walau COVID-19 Naik di Jatim

  • Whatsapp

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (kedua kanan), menyampaikan keterangan pers terkait data terbaru peta persebaran COVID-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/03/2020). Foto : Moch Asim/ANTARA FOTO.

Senin 13 April 2020 I Pukul 00.28 WIB

Bacaan Lainnya

Surabaya, IndoPos86 – Jumlah kasus positif Virus Corona (COVID-19) di Jawa Timur (Jatim) melonjak lewat penambahan 119 kasus pada Minggu (12/04/2020).

Total kasusnya pun menjadi 386 pasien. Meski demikian, belum ada daerah yang mengajukan usul pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Kami menerima data dari Gugus Tugas Pusat bahwa tadi di sampaikan ada tambahan 119 baru COVID-19,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (12/04/2020) malam.

Khofifah merinci penambahan tersebut berasal dari Surabaya dengan 83 pasien, Sidoarjo 10 pasien, Lamongan 10 pasien, Gresik 4 pasien, Tulungagung 3 pasien.

Lalu Situbondo 3 pasien, Kabupaten Kediri 2 pasien, Kota Probolinggo 1 pasien, Jombang 1 pasien, Bangkalan 1 pasien dan Pamekasan masing-masing 1 pasien.

Mantan Menteri Sosial RI ini menyebut Kota Surabaya menjadi daerah terjangkit COVID-19 tertinggi dengan 180 pasien.

“Saya ingin menyampaikan ada tambahan yang cukup signifikan di Surabaya ada tambahan 83 pasien. Surabaya sudah 180 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19,” kata mantan Menteri Sosial ini.

Kemudian ada pula Sidoarjo dengan total 31 pasien, lalu Lamongan sebanyak 23 pasien. Dan disusul sejumlah daerah yang lain.

“Nomor dua Sidoarjo hari ini sudah mencapai 31 orang, setelah Sidoarjo maka yang ketiga adalah Lamongan dengan 23 COVID-19 yang positif,” ujarnya.

Kabar baiknya, kata Khofifah, dari 386 kasus positif tersebut, ada tambahan 4 pasien terkonversi negatif atau sembuh. Dua di antaranya dari Surabaya, 1 dari Sidoarjo dan 1 dari Kabupaten Kediri. Maka total pasien sembuh di Jatim sebanyak 69 orang atau setara 17,88 persen.

Kendati demikian, penambahan pasien yang meninggal dunia juga kembali terjadi. Hari ini terdapat 3 pasien meninggal dunia, yaitu 2 di Kabupaten Kediri dan 1 di Lumajang. Sehingga pasien meninggal dunia menjadi 29 orang, setara 7,51 persen.

“Ada 4 orang terkonversi negatif atau sembuh, 2 di Surabaya, 1 Sidoarjo, 1 Kabupaten Kediri. Namun kembali kita juga berduka bahwa ada 3 orang posiftif yang meninggal dunia, 1 Lumajang, 2 Kabupaten Kediri,” kata dia.

Sementara itu, untuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya kini mencapai 1.383. Sedangkan orang dalam pemantauan terlapor ada 14.092.

Usulan PSBB

Saat angka kasus Corona makin bertambah, Khofifah mengaku belum ada daerah yang berkoordinasi dengannya soal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Sampai dengan malam ini tadi, belum ada kabupaten/kota yang mengkomunikasikan PSBB kepada kami,” kata dia.

“Tapi saya tidak tahu kalau misalnya ada kabupaten/kota yang malam ini sedang mendiskusikan, membahas, saya rasa saling update,” imbuhnya.

Khofifah pun mengutus Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim, Heru Tjahjono, untuk berkoordinasi dengan Sekda di wilayah-wilayah rawan tersebut.

“Kami meminta Pak Sekda untuk berkoordinasi dengan Sekkot Madya Surabaya, Sekkab Sidoarjo, Sekda Lamongan, dan Sekda Gresik,” ujarnya.

Heru mengaku telah berkoordinasi dengan Sekda Surabaya, Hendro Gunawan, terkait evaluasi penanganan COVID-19. Hasil koordinasi akan dibahas bersama Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jatim.

“Baru saja kami koordinasi dengan Pa Sekda Kota Surabaya, besok (Senin) pagi akan kami lakukan koordinasi yang sangat detail, setelah itu kami menunggu koordinasi Bu Gubernur, Kapolda dan Pangdam,” ujar Heru. (CNNIndonesia.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.