KH Ma’ruf Amin di Munas MUI: Semangat Islam Wasathiyah Harus Terus Dijaga

  • Whatsapp
Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin dalam acara Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-10 Tahun 2020, di Ballrom Hotel Sultan, Jakarta, Rabu malam (25/11/2020). Foto: Dok. Setwapres.
“Karena itu saya menegaskan bahwa semangat dan komitmen Islam Wasathiyah harus terus dibawa dan dijaga sebagai pedoman cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam setiap kiprah MUI di masa depan,”

Kamis 26 November 2020 I Pukul 13.38 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-10 resmi dilaksanakan di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, 25-27 November 2020. Munas ini bertemakan “Meluruskan Arah Bangsa dengan Wasathiyatul Islam, Pancasila, serta UUD RI 1945 secara Murni dan Konsekuen“.

Muat Lebih

Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin hadir langsung dalam acara Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-10 Tahun 2020, di Ballrom Hotel Sultan, Jakarta, Rabu malam (25/11/2020).

Turut hadir dalam Munas ke-10 MUI antara lain Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sementara Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya melalui video.

Dalam sambutannya, KH. Ma’ruf Amin mengingatkan kembali bahwa pada Munas MUI ke-9, telah ditetapkan Islam Wasathiyah (moderat) sebagai landasan kerja para pengurus MUI yang sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang majemuk.

“Karena itu saya menegaskan bahwa semangat dan komitmen Islam Wasathiyah harus terus dibawa dan dijaga sebagai pedoman cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam setiap kiprah MUI di masa depan,” ucap KH. Ma’ruf Amin.

Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-10 resmi dilaksanakan di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, 25-27 November 2020. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Wapres.

Dirinya menambahkan bahwa MUI juga harus terus melakukan pembenahan dan adaptasi terhadap tantangan zaman. Ini harus dilakukan untuk memberikan pelayanan dan pengayoman yang optimal kepada umat.

“MUI diharapkan dapat mendorong diterapkannya digitalisasi dalam tata kelola. Program yang dijalankan MUI sudah harus disesuaikan dengan tuntutan tren digital,” lanjut KH. Ma’ruf Amin.

Adapun agenda Munas MUI tahun 2020 antara lain pemilihan Ketua Umum MUI dan Dewan Pimpinan MUI periode 2020-2025, serta pemilihan Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2020-2025. Munas juga akan membahas beberapa hal terkait dengan fatwa serta vaksin untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Munas ini diikuti 130 peserta luring dan 300 peserta daring yang berasal dari 34 MUI provinsi, komisi dan lembaga MUI Pusat, para ormas pendiri, serta perwakilan dari perguruan tinggi dan pesantren. (Red/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *