Ketua KPK Firli: Sumbangan untuk COVID-19 Bukan Gratifikasi

  • Whatsapp
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Foto : Achmad Ali/Suara.com

Kamis 16 April 2020 I Pukul 12.00 WIB

Jakarta, IndoPos86 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sumbangan masyarakat yang diterima institusi pemerintah terkait penanganan wabah virus corona (COVID-19) tidak masuk kategori gratifikasi. Namun sumbangan itu wajib dipublikasi sebagai bentuk transparansi.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut tercantum dalam surat Nomor: B/1939/GAH.00/01-10/04/2020 yang ditandatangani Ketua KPK Firli Bahuri, kepada Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dari pusat hingga daerah.

“Sumbangan bantuan bencana alam pelbagai bentuk sepanjang ditujukan kepada Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah maupun institusi pemerintah bukan termasuk gratifikasi,” ujar Firli dalam keterangan tertulis, Rabu (15/04/2020).

Untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang baik, Firli meminta institusi pemerintah mengadministrasikan segala bentuk sumbangan dan mempublikasikan ke masyarakat luas termasuk penggunaannya.

“Instansi dapat memanfaatkan situs resmi yang dikelola oleh masing-masing instansi untuk memublikasikan kepada masyarakat terkait penerimaan dan penggunaan bantuan yang diterima,” katanya.

Ia menyarankan agar penggunaan sumbangan atau bantuan yang diterima bisa dikoordinasikan lebih lanjut dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) supaya tepat sasaran.

“Sesuai ketentuan dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pengumpulan dan penyaluran sumbangan terkait pandemik COVID-19,” ucap jenderal bintang tiga itu.

Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona (COVID-19), Achmad Yurianto mengatakan pihaknya telah menerima donasi dari masyarakat lebih dari Rp196 miliar  per Senin (13/04/2020).

Sementara itu, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (COVID-19) di Indonesia per Rabu (15/04/2020) secara kumulatif mencapai 5.136 kasus. Dari jumlah itu, 469 orang meninggal dunia dan 446 orang dinyatakan telah sembuh.

“10 kematian terkonfirmasi hari ini,” kata Yuri. (CNNIndonesia.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.