Ketua FPII Setwil Riau Terbaru Resmi Dipimpin Demo Sumarak

  • Whatsapp

Ismail Surata. Foto : Dok. Istimewa.

“Kemunduran diri saya, saya tekankan bukan karena siapa-siapa dan bukan karena apa melainkan atas kehendak saya sendiri”

Sabtu 28 Maret 2020 I Pukul 12.33 WIB

Pekanbaru, IndoPos86 – Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Sekratriat Wilayah (Setwil) Riau, saat ini resmi dipimpin oleh Demo Sumarak Ketua Setwil baru dan terpilih sejak SK baru diterbitkan dan ditetapkan di Jakarta, Rabu (25/03/2020).

Diterbitkan dan ditetapkannya SK terbaru kepengurusan FPII Setwil Riau, yang saat ini dinahkodai Demo Sumarak dibenarkan oleh Ismail Sarlata ketua sebelumnya dengan SK yang diterbitkan dan ditetapkan di Jakarta Desember 2019 lalu.

Saat ditanyai awak media via seluler pribadinya perihal SK baru kepengurusan FPII Setwil Riau, Rabu (25/03/2020).

” Benar, akan penerbitan dan ditetapkannya SK terbaru Kepengurusan FPII Setwil Riau tersebut,” sebut Ismail Sarlata.

Saat dipertanyakan apa alasan diterbitnya dan ditetapkan SK baru kepengurusan FPII Setwil Riau yang baru, sementara kepengurusan masih baru 3 (tiga) bulan baru usai dilantik dan belum dapat memberikan LPJ kepada kepengurusan pusat yang muncul suatu pertanyaan bagi kalangan Pers di Riau bahkan di kalangan Pemerintah dan masyarakat dan akan memuncul suatu pikiran negatif baik itu terhadap pengurusan setwil bahkan ke pusat.

Surat pernyataan pengunduran diri Ketua FPII Setwil Riau Ismail Sariata tertanggal Minggu (22/03/2020). Foto : Dok. Istimewa.

“Pergantian kepengurusan Setwil Riau yang baru, saya harap itu suatu hal yang biasa. Dan itu atas permohonan dan permintaan saya sendiri bukan karena siapa-siapa dan bukan karena apa, melainkan saya ingin fokus menjalankan pengobatan yang saya jalani saat ini,” papar Ismail Sarlata.

” Siapapun yang menjalankan roda Organisasi Pers, maka saya tetap memberikan dukungan Moril. Saya berharap kehadiran FPII di Riau, memiliki Visi dan Misi yang tidak lain untuk memberikan hak kepada rekan-rekan Pers yang mendapatkan tindakan dugaan kriminalisasi dari pihak manapun,” lanjutnya.

“Kemunduran diri saya, saya tekankan bukan karena siapa-siapa dan bukan karena apa melainkan atas kehendak saya sendiri yang tidak lain saya ingin fokus menjalankan pengobatan yang saya jalani saat ini yang tidak mungkin saya paparkan pada publik akan sesuatu yang bersifat privasi saya,” ucap Ismail.

“Mohon teman-teman se-profesi untuk menghormati keputusan saya,tidak mencari apa faktor penyebabnya dari kemunduran diri saya. Keputusan Saya mengundurkan diri hendaknya tidak menjadi unsur lain yang dapat merugikan siapapun maupun pihak manapun baik itu atas nama pribadi saya, maupun organisasi serta pengurus-pengurus Setwil dan Korwil yang sudah terbentuk di Riau ini,” ucap Ismail.

“Harapan Saya untuk seluruh pengurus baik yang ada di Setwil maupun pada Koorwil (Koordinator Wilayah) untuk tetap menjalani visi dan misi dari pada FPII, dan berjalanlah seperti biasanya dan untuk tetap taat pada AD/ART yang ada,” pungkas Ismail Sarlata. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.