Kejagung Tangkap Mantan Penyiar Berita Dalton Ichiro Tanonaka

  • Whatsapp
Eks pembaca berita Dalton Ichiro Tanonaka (berompi merah), saat jumpa pers di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (07/10/2020). Foto: Wilda/Detikcom.
“Kami telah berhasil menangkap seorang terpidana atas nama Dalton Ichiro Tanonaka. Terpidana dijatuhi pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap,”

Rabu 7 Oktober 2020 I Pukul 21.43 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap terpidana kasus penipuan investasi bodong yang yang merupakan warga negara Amerika Serikat, Dalton Ichiro Tanonaka, di sebuah apartemen di Jakarta Selatan pada Selasa (06/10/2020) malam.

Muat Lebih

Dalton merupakan mantan pembaca berita di stasiun televisi nasional, Metro TV. Dia buron sejak 2018 usai diputus bersalah dalam kasusnya di Mahkamah Agung (MA).

“Kami telah berhasil menangkap seorang terpidana atas nama Dalton Ichiro Tanonaka. Terpidana dijatuhi pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono dalam konferensi pers di Kompleks Kejagung, Jakarta, Rabu (07/10/2020).

Pihaknya bakal langsung mengeksekusi Dalton lantaran status perkara tersebut sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Rencananya, kata Hari, Dalton akan dijebloskan ke Lapas Salemba untuk menjalani masa pidana.

Adapun putusan MA tersebut menjatuhkan hukuman kepada Dalton pidana penjara selama tiga tahun. Selama ini, Dalton masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena berupaya melarikan diri.

DPO WNA asal Amerika Serikat atas nama Dalton Ichiro Tanonaka ditangkap terkait kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan pada Rabu (07/10/2020) sekitar pukul 00.40 WIB di Apartemen Permata Hijau Jakarta Selatan. Foto: Istimewa.

“Kasasinya diterima oleh MA, sehingga terpidana dijatuhi pidana selama tiga tahun dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Tapi yang bersangkutan tidak kooperatif, sehingga jaksa eksekutor mencari dan menetapkannya sebagai DPO,” lanjut Hari.

Dalam perkara ini, Dalton sempat mengajukan banding di pengadilan tinggi dan divonis bebas tak bersalah. Pengajuan banding ini merupakan upaya hukum Dalton usai divonis bersalah dan dijatuhi hukuman pidana 2,5 tahun penjara di tingkat pengadilan negeri.

Dalton dinyatakan bersalah karena menipu seorang korban dengan menjanjikan investasi yang memberi keuntungan hingga 25 persen. Kala itu, dia bekerja sebagai direktur utama di sebuah perusahaan media berbasis internasional yang membuat program khusus tentang Indonesia.

Saat menjalani usaha itu, dia mempengaruhi korban untuk bergabung menjadi investor. Modal yang diminta Dalton adalah sebesar US$ 1 Juta. Namun, korban baru menyetorkan uang sebesar US$500 Ribu.

“Ternyata apa yang dijanjikan, apa yang diceritakan terpidana tidak benar. Dan ternyata perusahaan itu tidak mengalami untung, tapi justru rugi cukup besar,” ujar Hari. (CNNIndonesia.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *