Karena COVID-19 Pendapatan Sopir Angkot dan Ojek Anjlok 44% di Sumut

  • Whatsapp

Beberapa angkot sedang ngetem menanti penumpang di bawah fly over Jl. SM. Raja – Terminal Terpadu Amplas, Medan. Foto : Datuk Haris/Detik.com.

Selasa 24 Maret 2020 I Pukul 12.26 WIB

Bacaan Lainnya

Medan, IndoPos86 – Pandemi global virus corona (COVID-19) di Indonesia juga berdampak kepada sektor ekonomi. Presiden Joko Widodo mengatakan pendapatan sopir angkot dan ojek di Sumatera Utara (Sumut) turun 44 persen disebabkan wabah virus corona ini.

“Di Kalimantan Utara, penurunan pendapatan sampai 36 persen dan kemampuan bertahan sampai Agustus hingga Oktober. Untuk sopir angkot dan ojek, yang paling berat di Sumatera Utara, turunnya sampai 44 persen,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas lewat video conference yang disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/03/2020), dikutip dari Detik.com.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada 34 gubernur se-Indonesia dalam menghadapi pandemi virus corona (COVID-19).

Untuk itu, Jokowi meminta pemerintah provinsi menyiapkan skema realokasi dan refocusing anggaran.

“Angka-angka seperti ini mohon dikalkulasi secara detail, di daerah juga persiapan bansos provinsi, kabupaten, dan kota lewat yang saya sampaikan realokasi dan refocusing,” ujar Jokowi.

Jokowi meminta semua pemprov ikut membantu implementasi Kartu Pra-Kerja.

Caranya, sebut Jokowi, dengan mendata warga yang pantas mendapatkan manfaat dari program Kartu Pra-Kerja.

“Provinsi-provinsi bisa ikut mendukung ini, siapa yang harus diberi, didata dengan baik,” tutur Jokowi.(Adm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.