Karena Corona Tukang Pangkas Rambut Pakai APD

  • Whatsapp

Tukang pangkas rambut Chemot Barbershop, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, memakai APD, Rabu (08/04/2020). Foto: Ricardo/JPNN.com

Rabu 8 April 2020 I Pukul 16.06 WIB

Bacaan Lainnya

Bogor, IndoPos86Herman Maulana, owner Chenor Barbershop di Kampung Babakan Zamzam, Desa Banjar Waru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor harus memutar otak agar bisnisnya tetap berjalan di masa wabah corona (COVID-19).

Ya, jasa pangkas rambut mengharuskan kontak langsung dengan pelanggan, sementara untuk mencegah penyebaran virus corona harus tidak ada kontak fisik, jarak pun harus dijaga.

Lantas apa yang dilakukan Herman?

“Awalnya karena job sepi akhirnya timbul ide saya pakai APD (alat pelindung diri) dari plastik polybag,” kata Herman seperti dikutip dari Radar Bogor.

Tukang pangkas rambut Chemot Barbershop, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, memakai APD, Rabu (08/04/2020). Foto : Ricardo/JPNN.com

Menurut pria yang akrab disapa Chemot ini, selain membuat rasa aman kepada para pelanggan, dia juga memberikan pemahaman tentang bahaya dan cara mencegah terpapar COVID-19.

Dia mengaku, akibat mewabahnya virus corona, penghasilannya mengalami penurunan.

Namun, berbagai upaya dilakukannya untuk tetap mendapat kepercayaan dari para pelanggan salah satunya dengan menggunakan APD saat memangkas rambut pelanggan.

“Sebelumnya pernah penampilan dengan tema haji dan umrah waktu tahun 2018,” jelasnya.

Dia mengaku, sudah membuka usaha pangkas rambut sejak tahun 2005. Selain pangkas rambut, dirinya juga menyediakan jasa hair design dengan tarif Rp 50 ribu.

“Kemungkinan ke depan bisa pakai yang unik-unik lagi,” tandasnya. (JPNN/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.