Kapolresta Tangerang Laksanakan Sosialisasi COVID-19 di Kecamatan Jambe

  • Whatsapp

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan wabah virus corona (COVID-19) di Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Selasa (14/04/2020). Foto : M. Arif. Bst/IndoPos86

“COVID-19 ini bukan aib, bilamana terdeteksi jangan disembunyikan,”

Rabu 15 April 2020 I Pukul 10.58 WIB

Bacaan Lainnya

Tangerang, IndoPos86 – Kepala Desa Daru H. Suharyo Suharsoyo memberikan fasilitas kantor desa sebagai tempat sosialisasi pencegahan penyebaran Covid virus Disease (COVID-19) kepada Kapolres Tangerang sekaligus Wakil ketua gugus, Selasa (14/04/2020) di Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan wabah virus corona (COVID-19)

Hadir secara langsung untuk sosialisasi pencegahan COVID-19, Kombes Pol H.Ade Ary Syam Indradi, SH, S.IK, M.H. Kapolresta Tangerang, H. Heru Ultari Camat Jambe beserta jajarannya, Dr. R. Astrid Heraline Kepala Puskesmas Jambe, Kapolsek Tigaraksa David, Koramil Tigaraksa, Ketua MUI Jambe, Penetua masyarakat Jambe dan semua Kepala Desa Kecamatan Jambe hadir.

Kepala Desa Daru H. Suharyo Suharsoyo, Kepala Desa Sukamanah : Darul, Kepala Desa Jambe : H. Didi, Kepala
Desa Tipar Raya : Lala Sutawijaya, SH, Kepala Desa Taban : Abidin, Kepala
Desa Ancol Pasir : Apang, dan Para Ketua RW dan RT se Desa Daru yang merupakan tuan rumah kegiatan tersebut.

Kegiatan sosialisasi tersebut sekaligus meninjau tim relawan COVID-19 di Kantor Kelurahan Desa Daru Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang pada Selasa (14/04/2020)

Dalam kesempatannya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melawan stigma negatif seolah bila terkena COVID-19 adalah sebuah aib, menurutnya, bila persepsi negatif itu dibiarkan berkeliaran maka berpotensi membuat orang yang diduga terdeteksi COVID-19 akan menutup diri dan tidak jujur

“COVID-19 ini bukan aib, bilamana terdeteksi jangan disembunyikan. Justru harus menyampaikan supaya melindungi yang lain agar tidak tertular dan melindungi diri supaya ada tindakan perawatan,” kata Ade Ary Syam Indradi.

Lanjut Ade, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mendiskreditkan orang-orang yang terindikasi terkena COVID-19. Ade menegaskan, masyarakat jangan menolak jenazah yang meninggal akibat COVID-19. Serta tidak mendiskriminasi ODP, PDP, dan juga yang positif terkena COVID-19.

“Yang ODP, PDP, bahkan yang positif harusnya kita doakan dan beri semangat agar bisa sembuh. Jangan ada penolakan,” tegasnya.

Wakil Ketua gugus Kombes Pol H. Ade Ary Syam Indradi, S.H, S.IK, M.H ada empat hal yang disampaikan, yang pertama persepsi pembentukan Satuan tugas (Satgas) sebagai garda terdepan.

Kedua masalah data menginformasikan secepatnya bila ada terindikasi PDP,ODP kepada puskesmas agar cepat ditangani.

Yang ketiga upaya, cuci tangan, masker, jaga jarak, komsumsi makanan bergizi, berdoa.

Yang keempat disiplin, jangan keluar rumah bila itu tidak penting.

“Mari mengingatkan masyarakat mempercepat proses pencegahan dan melakukan upaya2 lainnya supaya masyarakat kita dengan konsep ini setiap individu adalah garda terdepan maka semua RW dan Ketua RT harus dilibatkan secara optimal. Karena itu adalah struktur pemerintahan yang berlaku di Indonesia,” ucapnya.

“Kalau gugus desa aja tidak terbentuk apalagi RT, RW tidak terbentuk jembatannya sudah terputus ditengah. RT, RW ini tolong diedukasi Kepala Desa, diberi pemahaman,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu Camat Jambe H. Heru Ultari menambahkan bahwa pentingnya mensosialisasikan COVID-19 kepada masyarakat agar masyarakat tidak memiliki stigma negatif terhadap orang yang terpapar virus tersebut

“Jika ada yang menunjukkan gejala terpapar COVID-19, hendaknya dikuatkan. Didoakan karena mereka sedang ditimpa musibah. Jangan malah dihina, apalagi dikucilkan seolah tertimpa penyakit aib,” tegas H. Heru Ultari.

Dr. R. Astrid Heraline mengatakan untuk di Kecamatan Jambe yang positif ada 1 orang dari 15 ODP (6 sudah selesai pemantauan, tinggal 9) dan 1 PDP.

Astrid mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mengantisipasi penyebaran pandemi COVID-19 dengan mematuhi adanya kebijakan pemerintah dan maklumat Kapolri.

“Cuci tangan di air yang mengalir, pakai masker guna mengantisipasi COVID-19. Untuk yang lanjut usia saya titip pesan yang memiliki riwayat penyakit gula, jantung, paru paru paling rentan diserang penyakit, jadi agar menjaga pola makan dan tidak bepergian, lebih baik dirumah saja”, tutupnya. (Rls/M. Arif. Bst/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.