Kabar Gembira, Guru Honorer Hingga Tenaga Kependidikan Non-PNS Dapat Subsidi Gaji

  • Whatsapp
Ilustrasi subsidi gaji bagi guru honorer hingga tenaga kependidikan non-PNS. Foto: Istimewa.
“Persyaratan itu hanya harus Warga Negara Indonesia tentunya belum menerima bantuan subsidi dari Kemenaker agar tidak tumpang tindih,”

Selasa 17 November 2020 I Pukul 13.52 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Ada sebuah kabar baik bagi Anda yang bekerja sebagai guru honorer dan pekerja di tenaga kependidikan non PNS.

Muat Lebih

Pasalnya, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengaku akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada mereka yang bekerja di bidang tersebut.

BLT ini akan berupa subsidi gaji yang diberikan kepada guru honorer atau tenaga kependidikan yang memiliki upah dibawah Rp 5 Juta.

Nadiem Makarim menjelaskan bahwa persyaratan kami untuk menerima subsidi gaji Kemendikbud sangat sederhana dan sangat efisien.

“Persyaratan itu hanya harus Warga Negara Indonesia tentunya belum menerima bantuan subsidi dari Kemenaker agar tidak tumpang tindih dengan berbagai macam bantuan,” jelas Nadiem saat ikuti Rapat Kerja Komisi X DPR RI, Senin (16/11/2020).

Selain syarat diatas, Nadiem Makarim juga masih menyebutkan syarat lainnya agar seorang guru honorer dan tenaga kependidikan dapat bantuan dari pemerintah.

Mendikbud Nadiem Makarim saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI. Foto: Rahel Narda/detikcom.

Syarat tersebut ialah penerima subsidi gaji tidak boleh menerima bantuan dari Kartu Prakerja hingga 1 Oktober 2020.

“Karena bisa dibilang jumlahnya sama dengan jumlah bantuan sosial tunai,” ucapnya.

“Jadi kita tidak mau dan menghindari adanya tumpang tindih bantuan dari kemenaker dan juga semi bansos dari Prakerja,” tuturnya lagi.

Adapun besaran subsidi gaji yang diberikan kepada guru honorer dan tenaga pendidikan tersebut berada di angka Rp 1,8 Juta.

Nadiem menjelaskan bahwa adanya subsidi gaji ini tidak lepas dari peran Komisi X DPR RI dan juga Kemendikbud.

“Serta adanya dukungan yang luar biasa dari Kemenkeu kita sehingga bisa mendapatkan bantuan subsidi upah ini,” tutupnya. (PikiranRakyat/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *