Jenazah PDP Corona Dibawa Kabur Keluarga, RS Dadi Makassar Minta Bantuan Aparat

  • Whatsapp
Ilustrasi. Petugas dengan Alat Pelindung Diri (APD) memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19. Foto: Dok. Humas UGM.
“Alhamdulillah Pak Kasatpol PP sudah menempatkan mi langsung anggotanya 5 pagi, 5 siang, 5 malam,”

Kamis 4 Juni 2020 I Pukul 12.14 WIB

Makassar, IndoPos86 – Pihak Rumah Sakit Dadi, Makassar, meminta bantuan pengamanan Polisi-TNI hingga ke Satpol PP Makassar. Hal tersebut merupakan buntut kasus jenazah PDP Corona dibawa kabur keluarganya

Bacaan Lainnya

“Makanya kemarin langsung saya koordinasi mi ke Satpol PP ‘Pak tolong kodong bantuan tenaga keamanan ta’, karena kalau sekuritiku kan biar bagaimana terbatas ki kemampuannya,” ujar Direktur RS Dadi, dr Arman Bausat saat dihubungi wartawan, Kamis (04/06/2020).

dr Arman mengaku bersyukur, permintaan bantuan itu telah direspons. Dia pun berharap insiden serupa tak terulang.

“Alhamdulillah Pak Kasatpol PP sudah menempatkan mi langsung anggotanya 5 pagi, 5 siang, 5 malam,” kata dr Arman.

Menurut dr Arman, insiden keluarga menolak jenazah PDP Corona untuk dimakamkan oleh pihak RS sejak awal kerap terjadi. Oleh sebab itu, bantuan personel keamanan diperlukan oleh RS yang melayani pasien terdampak Corona.

Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan (RSKD) Dadi Makassar. Foto: Dok. Istimewa.

“Minimal ada yang back-up ki kalau ada yang begitu. Kenapa, ini bukan yang pertama kali, sering mi, cuma ini mi yang tidak mampu kami kendalikan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, video jenazah PDP Corona di RS Dadi, dibawa kabur keluarga beredar di media sosial. Ada sekitar tujuh orang yang tampak terlibat mengevakuasi jenazah.

Belakangan diketahui, insiden dalam video disebut terjadi pada Rabu (03/06/2020) sekitar pukul 14.00 WiTA. Pihak RS menyebut insiden itu terjadi karena sejumlah faktor, mulai dari terlambatnya tim Gugus Tugas COVID-19 menjemput jenazah di RS hingga banyaknya pihak keluarga yang lebih dulu datang ke RS kemudian membawa kabur jenazah.

“Ternyata ini yang meninggal, almarhum, banyak anggotanya datang sampai 50 orang. Banyak sekali dan mengamuk, pagar RS itu bolong dia anu,” katanya.

“Ada yang bawa senjata tajam ada yang bawa badik. Makanya saya bilang jangan ki cari persoalan Dek, orang dalam keadaan emosi begini biasanya kalap ki toh. Sekuritiku saja sendiri dia pukul,” sambungnya. (Detik.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.