Islam Tidak Menghendaki Penganutnya Sibuk Ritual Agama

  • Whatsapp

 

By: Dedi Sahputra Napitupulu

Rabu 07 April 2021 l Pukul 10:18 WIB

MEDAN IndoPos86. Kalau enggan mengutip pendapat dari barat, kita cari pendapat mayoritas ulama-ulama dan cendikiawan muslim yang menjelaskan bahwa Islam tidak hanya sebatas pada akidah, dan syari’ah saja akan tetapi di sana ada aspek muamalah yang penting dijadikan fokus dalam beragama.

Dedi Sahputra Napitupulu Dosen STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara mengatakan kepada redaksi (07/4), bahwa akidah berkaitan dengan keyakinan seorang muslim terhadap Allah SWT. Sebagai pencipta dan pemelihara alam raya ini, syariah berkaitan dengan pokok-pokok ajaran Islam yang diperintahkan agar diindahkan, sedangkan muamalah adalah hubungan sosial yang mengatur manusia berbagai aktivitas mereka selama berada di dunia.

Jelaslah bahwa Islam tidak menghendaki agar penganutnya terlalu sibuk pada ritual-ritual keagamaan lalu melupakan aspek sosial. Kekurangan umat Islam hari ini, kalau tidak ingin berkata kelemahan adalah hanyut dalam upacara – upacara keagamaan, lalu lupa merebut dan menguasai bidang sosial, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan teknologi, serta membangun peradaban. kata Dedi.

Dedi Sahputra Napitupulu yang juga Alumni UIN Sumatera Utara ini menjelaskan, masih banyak para da’i atau ustadz -ustadz kita yang menganggap persoalan umat ini dapat diselesaikan melaui khutbah dan siraman rohani di masjid dan majelis taklim.

Menyebarluaskan dakwah dan mengkampanyekan hikmah – hikmah religi memang penting. Tetapi tidak cukup berhenti hanya sampai di situ saja. Perlu aksi yang lebih konkret dalam mengejar ketertinggalan umat Islam, tutur Dedi.

Kemudian Dedi menyampaikan Rasanya terlalu berlebihan jika harus menampilkan data – data statistik mengenai sumber daya manusia menurut agama yang dianutnya, atau membandingkan jumlah negara maju dan berkembang dari sisi mayoritas penduduk muslim, atau jumlah ilmuan muslim peraih nobel, tentu sangat jauh, dan kita memang tidak ingin membandingkannya,

Sekedar refleksi saja, carilah daftar sepuluh orang terkaya di Indonesia, lalu lihat agamanya apa?, pungkas Dedi. (Zaim/Buletin Al-Maksum/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *