Ir. Soekirman Laporkan Panen Raya di Serdang Bedagai Kepada Mentan RI

  • Whatsapp
Bupati Serdang Bedagai lakukan Video Konferensi dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo terkait Panen Raya lahan pertanian padi di Desa Batu 13 Kecamatan Dolok Masihul, pada hari Selasa, (14/04/2020). Foto : Dok. Sumaterapost.co
“Petani jadi salah satu garda penting dalam kondisi bencana seperti sekarang”,

Kamis 16 April 2020 I Pukul 16.08 WIB

Serdang Bedagai, IndoPos86 – Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Ir. H. Soekirman melaporkan kondisi Panen Raya di Desa Batu 13 Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kepada Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, melalui Video Konferensi, Selasa (14/04/2020).

Bacaan Lainnya

Video Konferensi yang diikuti oleh 12 Bupati ini bertujuan untuk melaporkan kondisi terkini di bidang pertanian terutama panen raya yang sedang berlangsung di 332 titik di Indonesia.

Di kesempatan itu Bupati melaporkan, Desa Batu 13 melaksanakan panen di lahan seluas kurang lebih 155 hektar dengan menggunakan mesin combine harvester dan perihal kebijakan yang diambil oleh Kementan perihal Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di masa pandemi COVID-19.

“Untuk program Kostratani yang baru Bapak gulirkan, kami mengerti jika saat ini lebih bijak pembangunan secara fisik dikesampingkan sementara waktu, namun aspek operasional ada baiknya tidak dilakukan pengurangan karena jika petani tidak bekerja di ladang maka kebutuhan logistik dasar masyarakat akan sangat berpengaruh. Petani jadi salah satu garda penting dalam kondisi bencana seperti sekarang”, lapor Soekirman.

Ia juga melaporkan jika Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk pupuk subsidi di Kabupaten Sergai sampai saat ini sudah terealisasi sebanyak 80%.

“Kami meminta agar OPD yang tergabung di dalam Tim Gugus Tugas terkhusus dalam hal ini Dinas Pertanian agar mendapat dukungan maksimal dalam menjalankan fungsinya sehingga bisa lebih fokus dalam menangani permasalahan pandemi COVID-19 tanpa gangguan dari pihak-pihak yang menciptakan situasi kontra produktif”, ucapnya.

Perihal kondisi Kabupaten Sergai, Bupati menginformasikan sampai hari ini Sergai masih nihil kasus positif COVID-19. Sedangkan untuk warga berkategori Orang Dalam Pengawasan (ODP) ada sebanyak 177. Namun bagaimanapun Pemkab Sergai tetap akan secara aktif mengimbau kepada masyarakat, terkhusus juga kepada para petani, untuk menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.

Menteri Pertanian dalam Video Konferensi menyampaikan jika kebutuhan pokok masyarakat dari hasil tani harus benar-benar terjamin stoknya di masa darurat kesehatan seperti sekarang.

Maka dari itu panen raya yang dilaksanakan di beberapa daerah hari ini semoga bisa menjadi momentum untuk memaksimalkan kebutuhan tersebut.

Pemerintah juga akan mengantisipasi agar harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian pemerintah (HPP). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) melalui pendekatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kami juga akan pastikan ketersedian sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani mulai dari pupuk, obat-obatan dan bibit”, terang Mentan. ( Sumber : KabarMedan.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.