Ibu Geng Motor Protes Kedua Anaknya Ditembak Polisi, Polda Sumut: Sudah Sesuai SOP

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. Foto: ANTARA
“Tuduhan Sinta Rumata dalam video tersebut tidak mendasar. Polisi mempunyai SOP dalam menjalankan tugas,”

Jumat 15 Mei 2020 I Pukul 12.24 WIB

Medan, IndoPos86 – Sebuah video berisi ibu memprotes polisi menembak anaknya yang ditangkap karena diduga menjadi geng motor dan merusak rumah warga di Medan viral. Polisi pun menjelaskan soal proses penangkapan yang sesuai prosedur.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari detikcom, Jumat (15/05/2020), dalam video viral tersebut terlihat seorang ibu yang mengaku bernama Sinta Rumata Simanjuntak bicara soal penangkapan dua anaknya yang bernama Fernando dan Daniel Sinurat pada 23 April 2020. Ibu berbaju biru tersebut bicara sambil duduk di lokasi seperti teras rumah.

Menurut Sinta, anaknya tersebut tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. Dia juga menyebut anaknya sudah diborgol saat penangkapan.

“Tidak ada melakukan perlawanan, tangan mereka sudah diborgol, mata mereka ditutup dengan lakban, mereka dibawa dengan mobil berbeda,” kata Sinta.

Dia mengatakan anaknya kemudian diturunkan di suatu tempat seperti rawa-rawa. Di lokasi itu, kata Sinta, anaknya disuruh telungkup lalu ditembak pada bagian kaki.

“Setelah itu mereka dibawa entah ke mana, mereka kemudian sampai ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat pengobatan sekadarnnya. Kaki mereka diperban,” ucapnya.

Dia mengatakan anaknya kemudian ditahan di Polsek Helvetia. Dia mengaku tak bisa menjenguk anaknya selama 12 hari di dalam tahanan.

“Saya jadi heran, jika anak saya dituduhkan melakukan kesalahan sebagaimana surat penangkapan mereka yang datang pada 25 April 2020 di Pasal, kesalahan, 170 ayat 2 sementara penangkapan dan penembakan terjadi 23 April, apakah pasal 170 itu begitu mengerikan sehingga anak saya diperlakukan seperti teroris, seperti pengedar narkoba?” ucapnya.

Dia meminta keadilan bagi anak-anaknya. Dia meminta oknum polisi yang melakukan penangkapan tersebut.

“Agar kiranya berita ini sampai ke telinga bapak Presiden Joko Widodo agar boleh mendapat pertolongan dan keadilan bagi anak saya yang dizalimi,” tuturnya.

 

Tangkapan layar video ibu yang mengaku bernama Sinta Rumata Simanjuntak bicara soal penangkapan dua anaknya Fernando dan Daniel Sinurat pada Kamis (23/04/2020). Foto: Youtube/TribunMedanTV.

Polisi pun buka suara soal video viral tersebut. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan tuduhan ibu tersebut tidak berdasar.

“Tuduhan Sinta Rumata dalam video tersebut tidak mendasar. Polisi mempunyai SOP dalam menjalankan tugas,” kata Tatan.

Dia mengatakan dua anak Sinta, Fernando dan Daniel, diduga merupakan bagian dari geng motor yang merusak rumah warga di Jalan Pembangunan, Tanjung Gusta, Medan, pada 23 Maret 2019. Akibat perbuatan geng motor itu, kata Tatan, ada satu warga yang mengalami pendarahan di otak akibat dianiaya para pelaku dan hingga saat ini masih harus menjalani perawatan.

Tatan menyebut Fernando dan Daniel merupakan buronan yang masuk daftar pencarian orang (DPO) berdasarkan laporan polisi nomor LP/203/III/2019/Polrestabes Medan/Sek Medan Helvetia pada 24 Maret 2019.

Penangkapan keduanya, kata Tatan, dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan. Selain itu, ada satu orang lainnya bernama Jhonathan Roi Putra yang turut ditangkap polisi bersama Fernando dan Daniel.

Dia mengatakan mereka sempat berusaha kabur saat hendak ditangkap. Polisi, kata Tatan, sudah mengeluarkan tembakan peringatan namun ketiganya tetap mencoba kabur.

“Jadi mereka mencoba kabur saat dilakukan pengembangan. Polisi pun memberikan tembakan peringatan, tapi tidak diindahkan sehingga diberikan tindakan tegas,” ucap Tatan.

Hingga saat ini, ada delapan orang yang sudah ditangkap terkait peristiwa tahun lalu tersebut. Dari penangkapan Fernando, Daniel dan Jhonathan, polisi mengamankan barang bukti dua unit sepeda motor serta kemeja bertuliskan ‘Geng Esto’.

“Polda Sumut dan Polres jajaran tidak akan memberikan toleransi kepada kelompok geng motor, geng kereta segala macam geng termasuk para pelaku kejahatan jalanan,” pungkas Tatan. (Detik.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.