Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara, KPK Harap Hakim Putus dengan Adil Penyerang Novel Baswedan

  • Whatsapp
Penyidik KPK Novel Baswedan bersaksi dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (30/04/2020). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO.
“Karena itu KPK berharap majelis hakim akan memutus dengan seadil-adilnya dengan menjatuhkan hukuman maksimal sesuai dengan kesalahan dan perbuatan yang terbukti,”

Jumat 12 Juni 2020 I Pukul 11.52 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Dua terdakwa penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis dituntut 1 tahun penjara. KPK berharap nantinya majelis hakim mempertimbangkan rasa keadilan ketika menjatuhkan putusan, mengingat Novel bertugas memberantas korupsi.

Muat Lebih

“Karena itu KPK berharap majelis hakim akan memutus dengan seadil-adilnya dengan menjatuhkan hukuman maksimal sesuai dengan kesalahan dan perbuatan yang terbukti, nantinya serta mempertimbangkan rasa keadilan publik, termasuk posisi Novel Baswedan sebagai korban saat menjalankan tugasnya menangani kasus korupsi,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (12/06/2020).

Ali mengatakan KPK pun memahami kekecewaan Novel sebagai korban atas ringannya tuntutan kepada kedua terdakwa tersebut. Novel sebelumnya menyebut sidang kasusnya hanya formalitas belaka dan merasa miris dengan kondisi penegakan hukum saat ini.

“Kasus Novel Baswedan merupakan ujian bagi rasa keadilan dan nurani kita sebagai penegak hukum,” sebutnya.

Terlebih lagi, menurut Ali, kejadian penyiraman air keras itu menimpa Novel ketika sedang menangani kasus-kasus korupsi besar. Menurutnya, seharusnya aparat penegak hukum yang sedang menjalankan tugas mendapat perlindungan.

“Kami menyerukan kembali pentingnya perlindungan bagi para penegak hukum dalam menjalankan tugasnya,” tutur Ali.

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulett bersiap menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Utara, Kamis (19/03/2020) Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO.

Diberitakan sebelumnya, dua terdakwa kasus penganiayaan berat Novel Baswedan, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis dituntut 1 tahun penjara. Jaksa menilai Rahmat dan Ronny terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel dengan menyiramkan air keras.

Tuntutan terhadap kedua terdakwa dibacakan secara bergantian di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/06/2020). Jaksa meyakini Rahmat dan Ronny bersalah melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel ini terjadi pada Selasa (11/04/2017), pukul 03.00 WIB, Ronny dan Rahmat bergegas menuju ke kediaman Novel Baswedan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ronny mengendarai motor, sedangkan Rahmat duduk di belakangnya.

Mereka berhenti di sekitar Masjid Al-Ikhsan di dalam kompleks itu sembari mengamati setiap orang yang keluar dari masjid itu. Saat melihat Novel Baswedan, Rahmat menuangkan cairan campuran asam sulfat ke dalam gelas mug, dan menyiramkan cairan itu ke wajah Novel.

Karena peristiwa itu, Novel Baswedan mengalami luka berat. Luka itu disebut jaksa telah menghalangi Novel Baswedan dalam menjalankan pekerjaannya sebagai penyidik di KPK. (Detik.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *