Gubernur Sulsel Batalkan Ijtima’ Dunia 2020 Demi Cegah Penyebaran Corona

  • Whatsapp
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Foto : Rivan Awal Lingga/ANTARAFOTO.
“Setelah berkoordinasi dengan Kapolri serta Kapolda Sulsel dan Bupati Gowa sepanjang malam ini, acara Ijtima Jamaah Tabligh yang akan berlangsung besok resmi kami batalkan,”

Kamis 19 Maret 2020 I Pukul 09.49 WIB

Makassar, IndoPos86 – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah bertindak tegas terhadap rencana Ijtima’ Dunia 2020 yang akan digelar Jamaah Tabligh di Kabupaten Gowa, 19-22 Maret. Nurdin langsung membatalkan acara itu, sekaligus meminta pihak berwenang mengisolasi para pesertanya.

Bacaan Lainnya

Nurdin menyampaikan hal itu melalui akunnya di Twitter, Rabu (18/03/2020) malam. “Setelah berkoordinasi dengan Kapolri serta Kapolda Sulsel dan Bupati Gowa sepanjang malam ini, acara Ijtima Jamaah Tabligh yang akan berlangsung besok resmi kami batalkan,” ujarnya dikutip dari laman JPNN.

Kepala daerah yang juga guru besar ilmu kehutanan di Universitas Hasanuddin itu juga berupaya meminimalkan kontak antara warganya dengan peserta Ijtima’ Dunia. Tujuannya adalah untuk menghindari potensi penyebaran virus corona (COVID-19).

“Kami telah meminta pihak kepolisian untuk mengisolasi para peserta agar tidak melakukan kontak dengan warga,” tulisnya.

Nurdin juga mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi hal itu. “Kami berkomitmen untuk menjaga seluruh warga dari kemungkinan penularan virus COVID-19 lebih meluas,” tuturnya.

Seperti diketahui, lebih dari 8.000 anggota Jamaah Tabligh berkumpul di Pesantren Darul Ulum, Desa Niranuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa untuk menghadiri Ijtima’ Dunia 2020. Para peserta kegiatan itu tak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari negara lain seperti Pakistan (58 orang), India (35 orang), Malaysia (83 orang) Thailand (176 orang), Brunei (1 orang), Timor Leste (24 orang), Arab  saudi (8 orang), Bangladesh (24 orang), dan Filipina (2 orang).(Adm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.