Gerebek Pabrik Masker Ilegal, Polisi Sita 30.000 Masker Tanpa SNI

  • Whatsapp

Penggerebekan pabrik masker palsu oleh Polda Metro Jaya di Jakarta Utara. Foto : Alfons/Detik.com


Sabtu 29 Februari 2020 I Pukul 12.20 WIB

Bacaan Lainnya


Jakarta, IndoPos86 – Akal bulus para penjahat selalu saja memantik rasa geram. Bagaimana tidak, ketika seantearo dunia disibukkan persoalan penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) dan kelangkaan masker karena efek berita penyebaran penyakit tersebut. Justru ada sekelompok oknum yang memanfaatkan situasi tersebut untuk keuntungan pribadinya.

Seperti yang terjadi pada hari Jumat (28/02/2020), aparat kepolisian Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan pabrik masker ilegal di Jakarta Utara. Polisi mengamankan 30.000 masker yang siap diedarkan dalam penggerebekan tersebut.

Gudang PT Unotech Mega Persada di kawasan Pergudangan Central Cakung Blok I/11, Jalan Raya Cakung Cilincing Km 3, Jakarta Barat, terpaksa digaris polisi Jumat (28/2/2020) . Gudang tersebut diketahui hanya mengantongi izin resmi menyimpan alat-alat kesehatan, bukan untuk memproduksi masker.

Total yang berhasil kami amankan sekitar 600 dus yang berisi sekitar 30.000 masker. Pabrik tersebut meraup keuntungan hingga Rp 250 juta dari hasil penimbunan tersebut.”

“Kita ketahui bersama bahwa kurun waktu selama beberapa bulan ini terjangkit masalah wabah Corona yang memang hampir semua negara membutuhkan adanya masker. Beberapa bulan ke belakang ini harga masker ini tiba-tiba melonjak terlalu tinggi di pasaran. Yang biasanya paling murah harga masker itu Rp 20 ribu, sekarang di pasaran sudah mencapai sekitar Rp 300 ribu. Bahkan barang masker ini pun hilang di pasaran karena kurang, karena sangat dibutuhkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Cakung, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (28/2/2020).

Polisi telah menyita mesin pembuat masker hingga gudang yang dijadikan tempat produksi masker ilegal itu. Selain mengamankan barang bukti, polisi juga mengamankan 10 pelaku di tempat itu.

Pelaku yang berhasil diamankan berinisial YRH sebagai penanggung jawab, EE penjaga gudang, D operator mesin, S dan LF sebagai sopir serta F, DK, SL, SF, dan ER sebagai pekerja. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Selain menyalahi perizinan, masker hasil produksi pabrik ilegal ini diketahui tak sesuai standar kesehatan yang berlaku. Dia mengatakan masker yang disita sudah diteliti. Hasil penelitian menunjukkan masker ilegal yang diproduksi tidak mengandung unsur pelindung virus.

Untuk masker seperti ini seharusnya ada antivirus ditengahnya, tapi ini sama sekali tidak ada pelindungnya. Hasil penelitian awal menyatakan masker ini memang palsu, tidak ada standar dari kesehatan, tidak ada Standar Nasional Indonesia atau SNI, ujarnya.

Pelaku akan dikenakan pasal dalam UU Kesehatan dan UU Perdagangan. Dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara dan denda Rp50 miliar.

Yusri mengatakan polisi masih memburu pemilik gudang yang disulap menjadi pabrik masker ilegal itu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemilik gudang saat ini sedang berada di luar negeri. Pemiliknya orang sini, tapi masih di luar negeri, kata Yusri.(Adm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.