Gerakan ‘Salink Redam COVID-19’ Bagikan Bantuan Kepada Masyarakat

  • Whatsapp

Salah seorang anggota Gerakan ‘Salink Redam COVID-19’ Habib Saragih menyerahkan bantuan kepada warga. Foto : Dok. Istimewa.

Jumat 24 April 2020 I Pukul 20.36 WIB

Bacaan Lainnya

Medan, IndoPos86 – Penyebaran virus corona (COVID-19) semakin hari semakin meningkat dan memberikan dampak yang sangat luas khususnya bagi masyarakat yang terdampak kebijakan penanggulangan wabah virus ini.

Kondisi ini membuat banyak pihak khususnya yang mampu untuk membantu mereka yang tidak bisa bekerja, yang dirumahkan atau di PHK dari tempat kerja.
Salah satunya muncul gerakan yang dinamakan Satuan Lingkungan Respons Dampak COVID-19 (Salink Redam COVID-19) juga ikut ambil bagian dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 di kota Medan.

Habib Saragih salah seorang anggota Gerakan Salik Redam COVID-19 menyampaikan bahwa mereka kembali membagikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak COVID-19.

“Kemarin (21/04/2020) kami dari Salink Redam COVID-19 kembali membagikan bantuan kepada masyarakat terdampak COVID-19. Kali ini daerah yang menjadi tempat pembagian di sekitar Karang Berombak, Kota Medan,” ucapnya kepada IndoPos86, Jumat (24/04/2020).

Salah seorang anggota Gerakan ‘Salink Redam COVID-19’ menyerahkan bantuan kepada warga. Foto : Dok. Istimewa.

“Pas pembagian kemarin ada sekitar 20-an lebih anggota Salink Redam COVID-19 yang ikut serta dalam proses pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya dilansir dari tri bun-medan.com, gerakan yang dinamakan Satuan Lingkungan Respons Dampak COVID-19 (Salink Redam COVID-19), gerakan yang sudah digagas pada Maret lalu ini didirikan oleh Syahlan Jukhri Nasution.

Ia menuturkan bahwa gerakan ini hadir dilatarbelakangi dengan situasi yang mengarah pada dampak sosial ekonomi.

“Adanya penerapan physical distancing, karantina atau social distancing akibatnya banyak orang yang dirumahkan pada wilayah kerja yang massal seperti mal, hotel ataupun pabrik. Akibat dirumahkan ini kan tidak semua owner atau perusahaan yang menanggung beban para pekerja atau karyawan yang dirumahkan secara finansial,” ungkap Syahlan, Sabtu (18/04/2020).

Syahlan menjelaskan bahwa konsep dari Salink Redam COVID-19 ini ditujukan untuk menciptakan kepedulian dan rasa bergotong royong antarlingkungan sekitar.

“Gerakan salink redam ini bertujuan untuk menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan di tengah masyarakat. Kita juga bekerjasama dengan kepling. Melalui ini kita disinergikan untuk menggerakkan potensi gotong royong,” jelasnya.

Salah seorang anggota Gerakan ‘Salink Redam COVID-19’ menyerahkan bantuan kepada warga. Foto : Dok. Istimewa.

Syahlan menuturkan bahwa gerakan ini bersinergi dengan kepling untuk membantu masyarakat yang tidak terdata oleh kepling.

“Gunanya kepling ini agar para duafa baru yang tidak terdata di kepling bisa kita back up. Jadi kita melengkapi data dari kepling untuk mengetahui mana yang sudah terdata mendapat bantuan, mana juga yang belum,” kata Syahlan.

Gerakan ini dilaksanakan dengan sistem door to door dan bukan menciptakan kerumunan.

Syahlan mengatakan, untuk gerakan ini dilakukan oleh para pemuda lingkungan sekitar yang sedang libur kuliah ataupun sekolah.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam sistem pengerjaannya, Gerakan ini akan melakukan pendataan dan melakukan kegiatan pengumpulan satu mug per rumah.

“Setelah di data relawan ini akan mengumpulkan door to door seperti mengumpulkan satu mug satu warga. Kemarin kita buat, tidak hanya masyarakat mampu yang menyumbang, tapi dengan gerakan itu timbul empati kepedulian dari masyarakat dari semua golongan ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Luthfi selaku ketua Forum Komunikasi Pemuda Muslim sangat mengapresiasi gerakan Salink Redam Corona yang dilakukan di lingkungan ini.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dimana tujuannya adalah membangkitkan serta menanamkan kepada masyarakat rasa bergotong royong dan kepedulian antarsesama,” ujar Luthfi yang turut menjadi bagian dari gerakan ini.

Gerakan Salink Redam COVID-19 ini juga turut mendapat apresiasi dari Plt. Wali Kota Medan, Akhyar Nasution. Luthfi menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak memandang ras dan budaya.

“Gerakan ini tidak memandang agama, suku, ras, dan budaya sehingga semua pihak dapat memberikan bantuan maupun menerima bantuan tanpa memandang perbedaan agama suku ras dan budaya,” ujar Luthfi.

Luthfi berharap agar gerakan ini dapat membantu masyarakat untuk menimbulkan jiwa saling membantu antarmasyarakat.

“Harapan kami agar kegiatan ini terus di gaungkan dan menjadi kegiatan rutinitas serta dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk membangkitkan rasa bergotong royong,” pungkas Luthfi. (tri bun-medan.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.