Es Campur Mardani, Ikhtiar di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Es Campur Mardani yang telah hadir belasan tahun di Jalan Rawe Simp. Pasar 7, Martubung, Medan. Foto : Juan Purba/IndoPos86
“Namanya ikhtiar, semoga ditengah wabah ini masih bisa berjualan, mencari nafkah,”

Senin 20 April 2020 I Pukul 14.14 WIB

Medan, IndoPos86 – Pak Hamdan telah berjulan es campur belasan tahun di Jalan Rawe Simpang Pasar 7 , Kelurahan Besar, Martubung Medan. Nama Es Campur Mardani sudah tidak asing bagi penikmat es disekitaran kawasan Medan Labuhan, Medan Deli hingga Medan Marelan.

Bacaan Lainnya

Namun, penyebaran pandemi virus corona (COVID-19) yang kini sedang mewabah turut berdampak terhadap omset penjualannya.

“ Ia, karena ada corona sekarang berdampak juga terhadap penjualan kami, karena kan ada anjuran untuk dirumah aja. Belum lagi ekonomi masyarakat makin seret (sulit),” ucap Desvita Mardani (putri tertua Pak Hamdan) yang diwawancara IndoPos86, Senin (20/04/2020).

“Terkait arahan Pemerintah kita ikuti, salah satunya kita nggak ada lagi minum es ditempat. Jadi yang mau beli khusus untuk bungkus bawa pulang aja,” lanjutnya.

“Dan dari kita penjual, standartnya kalau jualan wajib pakai masker dan sarung tangan plastik. Pokoknya meminimalisir sentuhan langsung dengan pembeli,” ucapnya.

Putri sulung Pak Hamdan tersebut menyampaikan bahwa khusus untuk pembeli, kita juga himbau untuk pakai masker keluar rumah. Makanya bentuk dukungan program pemerintah, disini kita buat juga ajakan untuk pakai masker serta ajakan untuk jaga jarak ketika sedang antri membeli es.

“Sebelum ada wabah corona, banyak juga yang beli mesan lewat ojek online. Tapi, belakangan ini sepi.” ucapnya.

Es Campur Mardani turut mendukung pemerintah dengan menghimbau pembeli agar memakai masker ketika keluar rumah. Foto : Juan Purba/IndoPos86

Desvita, menambahkan bahwa mereka berharap semoga bulan Ramadhan tahun ini bisa meningkat penjualan. Meskipun ada ketakutan jangan sampai kota Medan menerapkan PSBB.

“Waktu bulan Puasa (Ramadhan), Alhamdulillah biasanya penjualan meningkat karena kan orang beli untuk berbuka puasa. Biasanya selama Ramadhan kita buat nomor antrian supaya pembeli teratur dan bagi yang beruntung dalam sehari itu ada nomor dengan tanda khusus yang mendapatkan gratis 1 bungkus es,” terang Ibu 2 anak ini.

“Sehari itu sekitar 10 nomor yang ada tandanya, jadi ada 10 orang lah tiap hari yang beruntung dapat tambahan 1 bungkus es. Khusus bulan Puasa kita buka mulai jualan jam 15.00 WIB,” tambahnya.

“Kita juga lagi mengusahakan untuk jualan online dengan sistem pre order, jadi dari jam 11.00 – 14.00 WIB kami terima pesanan dari pembeli. Sekitar jam 17.00 WIB mulai kami antarkan kerumah masing-masing pembeli,” terangnya.

Desvita menambahkan, kalau ini masih belum final karena mempertimbangkan berapa banyak kurir untuk mengantar jika ojek online banyak yang tidak jalan.

“Namanya ikhtiar, semoga ditengah wabah ini masih bisa berjualan, mencari nafkah. Dan semoga wabah ini bisa cepat hilang,” pungkasnya. (Juan Purba/IndoPos86)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.