Erick Thohir: Kualitas Riset Vaksin COVID-19 Bio Farma Diakui Dunia

  • Whatsapp
Menteri BUMN yang juga Ketua Pelaksana Satgas COVID-19, Erick Thohir. Foto: Dok. covid19.go.id.
“Karena di sini terjawab bahwa kita memiliki perusahaan kualitas dunia, yaitu Bio Farma,”

Kamis 15 Oktober 2020 I Pukul 09.35 WIB

Jakarta, IndoPos86 Menteri BUMN Erick Thohir mengaku heran jika ada pihak yang meragukan kualitas dan kemampuan bangsa Indonesia. Pasalnya, ia menyebut bahwa reputasi dan kualitas salah satu perusahaan farmasi RI, PT Bio Farma (Persero), dalam riset dan pengembangan vaksin corona telah diakui dunia.

Muat Lebih

Dalam kunjungan kerjanya ke Inggris, Erick menyatakan bahwa Bio Farma memiliki fasilitas riset medis yang terpercaya baik dari segi kualitas maupun kapabilitasnya.

“Ini membuktikan kalau kita mempertanyakan kualitas dan kemampuan bangsa kita adalah sesuatu yang aneh, karena di sini terjawab bahwa kita memiliki perusahaan kualitas dunia, yaitu Bio Farma,” tutur Erick dalam press briefing secara virtual pada Rabu (14/10/2020) malam.

Hal tersebut, lanjut Erick, dibuktikan dengan minat kerja sama koalisi epidemi global atau Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI) dengan Bio Farma dalam riset dan pengembangan vaksin berpotensi epidemi/pandemi.

“Kita mempunyai riset medis yang juga dipercayakan, kualitas dan kapablitas kita pun dari hasil riset yang disampaikan Ibu Menlu, dari CEPI atau pun kerja sama ke depan,” imbuhnya.

Di kesempatan sama, Erick juga menyampaikan maksud dari kunjunganannya bersama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Inggris tersebut. Selain soal kerja sama pengembangan vaksin, ia juga menyebut bahwa kedua negara akan menjajaki kerja sama di bidang pertahanan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (04/08/2020). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO.

Namun sayangnya dia tak menjelaskan lebih lanjut soal hasil penjajakan kerja sama tersebut.

Selain sektor pertahanan, Erick juga menyebut menjajaki kerja sama dalam mengembangkan energi terbarukan (renewable energy) bersama Inggris.

Kerja sama lainnya, pendidikan, terutama di bidang hospitality pariwisata. Dia berharap penjajakan dan kerja sama mampu meningkatkan kualitas layanan di industri itu.

Erick mengatakan penjajakan dilakukan karena belakangan ini kebutuhan untuk pariwisata, seperti Mandalika, Lombok, yang merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK), terus meningkat.

Selain bidang itu, Erick juga mengatakan tengah menjajaki kerja sama dalam bidang kesehatan. Erick ingin dengan kerja sama itu nantinya Indonesia bisa memiliki fasilitas kesehatan yang tak kalah dengan negara Jiran seperti Singapura.

“Karena ini ingin memastikan kesempatan Indonesia menjadi pemain kelas regional kelas kesehatan, masyarakat Indonesia banyak ke Singapura, sekarang juga ada fasilitas yang terpercaya di Indonesia,” tandasnya. (CNNIndonesia.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *