Edy Rahmayadi : Sumut Belum Bisa Dilakukan Lockdown

  • Whatsapp

Gubernur Sumut H. Edy Rahmayadi saat memberikan sambutan dalam rapat bersama Pimpinan Rumah Sakit se-Sumatera Utara di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jl. Sudirman No. 41, Medan, Jumat (27/03/2020). Foto : Instagram/@edy_rahmayadi.

Jumat 27 Maret 2020 I Pukul 22.51 WIB

Bacaan Lainnya

Medan, IndoPos86 – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan wilayahnya belum bisa dilakukan lockdown.

Menurut Edy, lockdown belum menjadi pilihan saat ini khususnya untuk wilayah Sumatera Utara.

“Memang saat ini belum kita lakukan lockdown, Sumatera Utara mengunci. Saat ini belum bisa kita lakukan,” ujar Edy dalam sambutannya saat rapat bersama Pimpinan Rumah Sakit Se-Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman No.41, Medan, Jumat (27/03/2020), dikutip dari Detik.com.

Namun Edy mengatakan ada sejumlah sikap yang dilakukan secara diam-diam oleh Pemprov untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19).

Salah satunya dengan mengamankan para TKI yang masuk dari jalur tidak resmi atau jalur tikus ke Sumut.

“Ada sikap-sikap kita yang lakukan diam-diam. 241 saat ini TKI masuk. Saya perintahkan Wali Kota Tanjungbalai nangkap. Tapi dia tak sanggup karena banyak jalur-jalur tikus ini. Memang cukup sulit, tapi kita usahakan,” ucap Edy.

Selai itu, Edy mengusulkan agar mahasiswa jurusan keperawatan tingkat akhir dilibatkan dalam penanganan corona. Menurutnya, hal ini bisa membantu tenaga medis yang bertugas.

Hingga kini, ada delapan pasien positif Corona yang sedang dirawat di Sumut. Selain itu, terdapat 71 orang PDP dan 3.080 ODP Corona yang tersebar di berbagai wilayah di Sumut.

Sebelumnya usulan untuk melakukan lockdown ini sempat disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi.

Dia mengatakan penutupan akses keluar-masuk Sumut bisa menjadi solusi mengatasi penyebaran virus Corona.

“Belajar dari daerah dan negara lain, semestinya ketika kasus sudah sampai seperti ini, Sumut harusnya memberlakukan lockdown total dengan berbagai macam konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan,” ujar Salman kepada wartawan, Jumat (27/03/2020). (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.