DPW Garnizun Sumbar Akan Menggelar Peyuluhan dan Pendidikan Bahaya Narkotika

  • Whatsapp

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif Nasional (DPW GARNIZUN) Sumatera Barat Ketua Umum Drs. Enda A. Jalal dan Sekretaris Umum DPW Annisa Beatrice bersama Kabid P2M BNNP Sumatera Barat, Drs. Kusriyanto.  Foto : Enda A. Jalal/IndoPos86.

Rabu 25 Maret 2020 I Pukul 20.21 WIB

Bacaan Lainnya

Padang, IndoPos86 – Organisasi masyarakat yang bergerak dalam perlawanan terhadap penyebaran narkotika dan obat-obatan terlarang,  Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif Nasional (DPW GARNIZUN) Sumatera Barat bertekad melancarkan kegiatan-kegiatan anti narkoba.

Drs. Enda A. Jalal, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Anti Narkoba dan Zat Afiktif Nasional (DPW GARNIZUN) Sumbar mengatakan, ormas anti narkoba ini berkonsentrasi terhadap isu-isu pencegahan penyebaran barang haram yaitu Anti Narkoba.

“Kegiatan paling intensif Garnizun Sumbar adalah rencana penyuluhan dan pendidikan bahaya narkotika kepada masyarakat. Targetnya adalah masyarakat umum serta siswa sekolah dan anak jalanan,” ucap Enda Jalal saat dikonfirmasi IndoPos86, Rabu (25/03/2020).

Enda menambahkan, sejauh ini rencana pembentukan DPD Kab/Kota dan telah terbentuk di beberapa Kab/Kota yang mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak masyarakat. Penyelamatan generasi muda dari penyalagunaan obat terlarang (Narkoba) bukan hanya acara serimonial, namun kegiatan yang dilakukan secara mendasar.

“Generasi Muda kita telah dirusak akhlaknya akibat dari Narkoba. Gerakan anti narkoba ini dimaksudkan membangun paradigma baru dalam mencegah bahaya narkoba,” ucapnya.

Salah satu program yang juga akan dilakukan organisasi itu adalah mendirikan kampung bebas narkoba dengan pendekatan potensi masyarakat untuk memerangi segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di segala lini.

Menurutnya, permasalahan penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang kompleks, sehingga upaya penyalahgunaan harus dilakukan di semua elemen, baik pemerintah serta masyarakat di perkotaan maupun di pedesaan.

Dia memperingatkan perkembangan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba dari tahun ke tahun mengalami peningkatan baik kualitas maupun kuantitasnya, sedangkan jumlah aparat yang bertugas untuk menangani masalah penyalahgunaan narkoba sangat terbatas.

“Maka perlu dilakukan upaya untuk memperoleh dukungan dari pihak terkait dengan dilandasi oleh suatu kesepahaman bahwa masalah narkoba merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.