Doni Monardo: Pembukaan Tempat Ibadah Masih Pertimbangkan Segala Risiko

  • Whatsapp
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (06/05/2020).Foto: ANTARA/covid19.go.id.
“Kalau bahaya tidak ada bisa saja salat dilakukan tapi kalau masih ada ancaman COVID-19, maka salat Id berjemaah tidak dilakukan,”

Selasa 12 Mei 2020 I Pukul 15.05 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyebut pemerintah masih mempertimbangkan risiko bahaya, jika opsi membuka tempat ibadah, termasuk untuk Salat Idulfitri berjemaah di masjid.

Bacaan Lainnya

“Menyangkut adanya keinginan membuka tempat ibadah, tadi Pak Wapres mengingatkan peserta rapat bahwa pembukaan tempat ibadah sangat tergantung apakah masih ada bahaya yang mengancam atau tidak,” kata dia setelah rapat terbatas dari Jakarta, Selasa (12/05/2020).

Ia mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (melalui video konferensi) dengan topik “Evaluasi Pelaksanaan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)”.

Doni menambahkan dalam pertemuan itu dibahas salah satunya mengenai kemungkinan pelonggaran untuk membuka tempat ibadah.

Ilustrasi, umat Islam melaksanakan Shalat Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah Rabu (05/06/2019). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO.

Ia mengatakan jika tidak ada risiko yang berbahaya maka mungkin saja misalnya salat dilakukan secara berjemaah di masjid-masjid.

“Kalau bahaya tidak ada bisa saja salat dilakukan tapi kalau masih ada ancaman COVID-19, maka salat Id berjemaah tidak dilakukan,” katanya.

Pihaknya secara khusus juga telah mendapat tugas dari Presiden untuk menyusun, dan menyiapkan suatu simulasi sehingga fase-fase dalam pemulihan setiap sektor kehidupan dapat berjalan dengan baik.

“Presiden menginstruksikan Gugus Tugas untuk menyiapkan suatu simulasi agar bila akan melonggarkan tahapan harus jelas, setiap fase ada yang dilakukan,” kata Doni. (ANTARA/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.