Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Membuka Seminar Nasional Tuan Rondahaim Menentang Kolonialisme Belanda

  • Whatsapp

Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Drs. Pepen Nazaruddin, M.Si didampingi Bupati Simalungun Dr. JR. Saragih, SH,.MM memukul gong tanda dimulainya Seminar Nasional Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Dalam Menentang Kolonialisme Belanda di Gedung T. Amin Ridwan, Fakultas Ilmu Budaya, USU, Medan, (03/02/2020). Foto : Jhon Purba/IndoPos86.


Selasa 3 Maret 2020 I Pukul 18.20 WIB

Bacaan Lainnya


Medan, IndoPos86 – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) diwakili Dirjen pemberdayaan Sosial, Drs. Pepen Nazaruddin, M.Si membuka Seminar Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Dalam menentang Kolonialisme Belanda. Acara yang diselenggarakan oleh program studi S1 dan S2 Ilmu Sejarah, Fakuktas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Acara yang berlangsung di Gedung T. Amin Ridwan, Fakultas Ilmu Budaya, universitas Sumatera Utara, Selasa (03/03/2020), merupakan salah satu upaya Pemerintah Simalungun dibawah kepemimpinan Bupati Dr. JR. Saragih, SH,.MM, untuk mengusulkan agar Tuan Rondahaim Saragih diangkat Presiden RI menjadi Pahlawan Nasional.

Acara dihadiri 200 orang peserta yang merupakan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi hingga civitas akademika di Fakuktas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara.

Bupati Simalungun Dr. JR Saragih, SH,.MM berfoto bersama Dirjen Kemensos, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Simalungun, Civitas Akademika FIB USU serta Forkopimda Simalungun dalam acara Seminar Nasional Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Dalam Menentang Kolonialisme Belanda di Gedung Fakultas Ilmu Budaya, USU, Medan (03/03/2020). Foto : Jhon Purba/IndoPos86.

Tampak hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRD Simalungun Samrin Girsang, Perwakilan Pangdam I/BB, Wadan Rindam I/BB Kol. Inf. Waston Purba, Anggota DPRD Sumatera Utara Ir. Iskandar Sinaga. Beberapa tokoh-tokoh Simalungun diantaranya perwakilan raja marpitu, Dr. Sarmedi Purba, DPP GEMAIS, Rektor Universitas Simalungun (USI) Dr. Cory Purba,Tuan Guru Batak Syek H. Dr. Ahmad Sabban El Rahmaniy Rajagukguk MA, Dr. Valentino Girsang serta jajaran Forkopimda Kab. Simalungun.

Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Drs. Pepen Nazaruddin, M.Si saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Nasional Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Dalam Menentang Kolonialisme Belanda di Gedung Fakultas Ilmu Budaya, USU, Medan (03/03/2020). Foto : Jhon Purba/IndoPos86

Dirjen Pemberdayaan Sosial, Drs. Pepen Nazaruddin, M.Si mewakili Menteri Sosial memberikan apresiasi atah usaha agar etnis Simalungun memiliki pahlawan nasional. Ia menyebutkan, berdasarkan Permenkesnya maksimal pengajuan seorng tokoh menjadi Pahlawan Nasional adalah maksimal 3 kali. Sehingga diharapkan pengajuan Tuan Rondahaim kali ini jangan terburu-buru, lengkapi semua data-data penting. Sehingga bisa memenuhi persyaratan di Dewan. Selnajutnya untuk pengangkatan menjadi pahlawan nasional tinggal menunggu Kepres dan itu hak prerogatif Presiden.

Bupati Simalungun Dr. JR. Saragih, SH,.MM saat memberikan kata sambutan dalam acara Seminar Nasional Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Dalam Menentang Kolonialisme Belanda di Gedung Fakultas Ilmu Budaya, USU, Medan (03/03/2020). Foto : Jhon Purba/IndoPos86

Bupati Simalungun Dr. JR. Saragih, SH,.MM, dalam sambutannya menyampaikan pada masa Presiden B.J.Habibie, Tuan Rondahaim Saragih telah mendapat gelar tanda jasa utama. Pada tahun 2013, Pemkab Simalungun telah berusaha mengusulkan Tuan Rondahaim Saragih menjadi Pahlawan Nasional melalui Kementerian Sosial. Namun, pada saat itu masih terdapat beberapa kekurangan. Kali ini, kami memilih USU karena USU gudangnya sejarah dan semoga Tuan Rondahaim Saragih bisa diangkat menjadi pahlawan nasional.

Senada dengan Bupati dan Dirjen Kemensos, Rektor Universitas Sumatera Utara yang dalam kesempatan kali ini diwakili Wakil Rektor IV Dr. Bustami Syam, Se,.ME,  menyampaikan harapannya semoga Tuan Rondahaim Saragih diangkat menjadi pahlawan nasional dan semoga suatu saat nanti ada nama jalan Tuan Rondahaim Saragih.

Bupati Simalungun Dr. JR. Saragih, SH,.MM, juga memakaikan hiou dan gotong (pakaian adat berupa penutup kepala untuk pria khas Simalungun) kepada Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos.

Pemakaian hiou dan gotong juga diberikan kepada para narasumber laki-laki yang menjadi pemateri dalam seminar nasional kali ini. Dan khusus untuk pemateri wanita dipakaikan hiou dan bulang (penutup kepala khas untuk wanita Simalungun).

Salah seorang pemateri sedang dipakaikan bulang dalam acara Seminar Nasional Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Dalam Menentang Kolonialisme Belanda di Gedung Fakultas Ilmu Budaya, USU, Medan (03/03/2020). Foto : Jhon Purba/IndoPos86

Acara resmi dibuka dengan memukul ogung (gong) diawali oleh Dirjen Kemensos, dilanjutkan oleh Bupati Simalungun, WR IV USU. Para hadirin yang juga dihibur dengan penampilan tarian Simalungun oleh mahasiswa/i Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara.

Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Drs. Pepen Nazaruddin, M.Si memukul gong tanda dimulainya Seminar Nasional Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Dalam Menentang Kolonialisme Belanda di Gedung Fakultas Ilmu Budaya, USU, Medan (03/03/2020). Foto : Jhon Purba/IndoPos86

(JP).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.