BNN Usulkan Tambahan Anggaran Rp 234 M, Salah Satunya untuk Breeding Anjing Pelacak K-9

  • Whatsapp
Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Heru Winarko. Foto: Dok. BNN.
“Tahun 2021 BNN mengusulkan adanya penambahan anggaran sekitar Rp234 miliar,”

Kamis 25 Juni 2020 I Pukul 14.46 WIB

Jakarta, IndoPos86 – Badan Nasional Narkotika (BNN) meminta penambahan anggaran sebesar Rp234 miliar untuk tahun 2021. Penambahan itu salah satunya untuk pembiakan anjing pelacak (K-9).

Muat Lebih

“Tahun 2021 BNN mengusulkan adanya penambahan anggaran sekitar Rp234 miliar antara lain untuk pelaksanaan Internasional Drugs Enforcement Conference (IDEC) di mana Indonesia sebagai hots, asistensi revisi undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika di mana tahun ini menjadi salah satu prioritas dalam prolegnas,” Kepala BNN Heru Winarko, dalam rapat bersama Komisi III DPR, Kamis (25/06/2020).

“Pembangunan sarana dan prasarana perkantoran untuk BNNP. Pemenuhan layanan rehabilitasi dan pemenuhan peralatan pendukung tugas fungsi BNN serta dukungan untuk pelaksanaan breeding (pembiakan) K-9,” lanjut Heru.

Heru mengatakan pihaknya saat ini akan menyetop impor K-9, dan melakukan pengembangbiakan secara mandiri. Kini sudah ada 20 ekor anjing dari hasil pengembangbiakan.

“Perlu kami laporkan kepada pimpinan bahwa sekarang K-9 kita sudah bisa breeding dan sekarang sudah kita bisa menghasilkan anjing 20 ekor dan sudah usia lima sampai delapan bulan dan kami sudah latih Pak,” katanya.

Unit Deteksi K9 Nasional Narkotika (BNN) di Indo Pet Expo, ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (07/09/2018). Foto: Jaisy Rahman Tohir/TribunJakarta.com.

Heru menilai kualitas pengembangbiakan lebih baik jika dibandingkan dengan anjing impor. Menurutnya anjing impor tidak tahan lama dalam bertugas.

“Jadi kami mengurangi import anjing, kita sendiri yang karena kalau import anjing, anjing-anjing ini tidak tahan lama pak karena tiga jam sudah keluar darah,” ujar Heru.

Sementara, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusulkan anggaran Rp29,9 miliar. Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan usulan anggaran itu dibagi untuk pembiayaan manajemen dan program prioritas PPATK.

“Kami telah menyampaikan usulan tambahan pagu anggaran tahun 2021 kepada Menkeu dan Kepala Bapenas yang telah dilakukan pembahasan bersama dalam forum pertemuan tiga pihak, Kemenkeu, Bapenas, dan PPATK, yaitu sebesar Rp 29.9 miliar,” katanya.

“Usulan penambahan pagu program pencegahan dan pemberantasan TPPU dan TPPT sebesar 23,1 m. Usulan penambahan pagu program dukungan manajemen sebesar Rp6.8 miliar. Usulan penambahan pagu anggaran tersebut sangat diperlukan guna membiayai kegiatan kegiatan prioritas PPATK pada tahun 2021,” sambung Dian. (Detik.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *