Berstatus ODP Usai Bertemu Warga Positif COVID-19, Wakil Walikota Surabaya Isolasi Mandiri

  • Whatsapp
Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (tengah) saat mengunjungi warga kampung Kedung Turi Surabaya, Minggu (31/05/2020). Foto: Dok. Istimewa.
“Ini saya akan melaporkan kepada Bu Wali. Kenapa Dinkes bisa kecolongan. Memulangkan warganya yang masih berstatus positif,”

Rabu 3 Juni 2020 I Pukul 16.10 WIB

Surabaya, IndoPos86 – Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana saat ini menyandang status orang dalam pemantauan (ODP) dan menjalani karantina mandiri, setelah ia meninjau warga di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.

Bacaan Lainnya

Kunjungan Wisnu terjadi pada Minggu (31/05/2020) lalu. Tujuannya untuk menguatkan dan menyemangati warga yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 dan diperbolehkan pulang dari karantina.

Setelah menemui 15 warga yang mulanya dinyatakan negatif corona, beberapa waktu kemudian Dinas Kesehatan Surabaya melalui Puskesmas Kedungdoro, meralat status lima di antara warga 15 tersebut. Mereka kembali dinyatakan positif.

“Ini saya akan melaporkan kepada Bu Wali. Kenapa Dinkes bisa kecolongan. Memulangkan warganya yang masih berstatus positif,” kata Wisnu dalam keterangannya, Rabu (03/06/2020).

Ia pun mengaku telah meminta izin kepada Risma untuk menjalani masa karantina mandiri dan menganggap kejadian yang menimpanya sebagai risiko tugas.

Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana saat mengunjungi warga kampung Kedung Turi Surabaya, Minggu (31/05/2020). Foto: Dok. Istimewa.

“Saya juga akan menyampaikan kepada Bu Wali agar berhati-hati dan menjaga kesehatan. Insya Allah tidak ada apa-apa. Karantina itu hal biasa. Ini risiko ketika turun menguatkan warga di perkampungan. Mendengar apa perkembangan maupun kekurangan kami di Pemerintah Kota. Mohon doanya,” ujarnya.

Terpisah, Ketua RT/RW 04/08 Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari Surabaya, Malik, mengaku resah atas ralat status warga tersebut.

Malik membenarkan bahwa sejak pemulangan belasan warganya, Sabtu pekan lalu, Dinkes Surabaya sudah menyatakan mereka negatif COVID-19.

“Tapi hasil swab tesnya tidak segera diumumkan. Warga ditelepon satu per satu di kamar dikatakan siap-siap untuk pulang. Ternyata seperti ini, Kami harus percaya kepada siapa?” ujar Malik.

Malik mengatakan ia bersama seluruh warga kampung sudah terlanjur senang mendengar kabar pemulangan tersebut. Namun belakangan, akibat informasi diralatnya status warga ia pun mengaku bingung.

Dilansir dari CNNIndonesia.com sudah berupaya mengonfirmasi hal ini ke Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita. Namun yang bersangkutan belum memberikan respons. (CNNIndonesia.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.