Antisipasi Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Terkait COVID-19, Polisi Jaga Ketat RS di Sulsel

  • Whatsapp
Kapolda Sulawesi Selawan (Sulsel) Irjen Polisi Mas Guntur Laupe. Foto: Dok. Istimewa.
“Kita akan mempertebal personel di rumah sakit rujukan atau tiap rumah sakit yang menerima pasien COVID-19,”

Selasa 9 Juni 2020 I Pukul 10.15 WIB

Makassar, IndoPos86 – Menyusul terjadinya beberapa kasus ambil paksa jenazah pasien terkait penularan virus corona (COVID-19) di beberapa rumah sakit di Makassar, Polda Sulawesi Selatan pun menambah jumlah petugas yang berjaga.

Bacaan Lainnya

“Kita akan mempertebal personel di rumah sakit rujukan atau tiap rumah sakit yang menerima pasien COVID-19,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Mas Guntur Laupe, Senin (08/06/2020).

Ia tak menyebut jumlah kekuatan personel yang di tempatkan di rumah-rumah sakit yang menerima pasien COVID-19 itu.

Penambahan personel itu sendiri dilakukan demi mengantisipasi terjadinya insiden pengambilan paksa jenazah COVID-19 maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di masa mendatang terulang lagi.

Dalam konferensi pers bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Makassar tersebut, Guntur mengungkapkan ada kasus ambil paksa jenazah positif corona di RS Stella Maris, Minggu (07/06/2020).

Ia mengatakan pengambilan paksa jenazah itu di luar prediksi, di mana kekuatan petugas yang berjaga kalah jumlah.

Ilustrasi. Sejumlah petugas dengan APD lengkap mengangkat peti jenazah pasien terkait COVID-19. Foto: Basri Marzuki/ANTARA FOTO.

“Sudah ada personil (di RS Stella Maris), cuma kemarin itu tidak terlalu banyak sehingga kalah dengan jumlah massa yang cukup banyak. Di luar prediksi kita sehingga personil di lapangan kewalahan, termasuk dari pengamanan internal di rumah sakit itu,” ujar Guntur.

Ia mengatakan peristiwa pengambilan paksa itu pun kini sedang didalami pihak kepolisian. Polisi akan mencari tahu siapa yang terlibat dari mulai provokasi hingga pengambilan paksa jenazah.

“Kita masih selidiki siapa pelakunya. Yang jelas semua keluarga yang mengambil jenazah, sudah dipanggil. Tinggal menunggu mereka datang karena pemanggilannya memang baru kemarin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Makassar, Siswanto Wahab mengungkap, tudingan yang diarahkan ke para medis, rumah sakit yang menyebut penanganan COVID-19 dijadikan lahan bisnis sangat disesalkan.

“Disebut lahan bisnis untuk diagnosa COVID-19, itu tidak benar, tidak berdasar. Kami minta untuk diusut tuntas penyebar informasi seperti itu. Secepatnya harus diselidiki,” kata Siswanto Wahab.

Merujuk pada https://covid19.sulselprov.go.id/data, Makassar menjadi episentrum corona di wilayah Sulawesi Selatan. Saat ini kasus positif COVID-19 di Makassar mencapai 1.024, di mana 429 di antaranya sembuh dan 81 meninggal. Sementara itu untuk data PDP secara total ada 1.139.

Rinciannya adalah 117 meninggal, 797 dinyatakan bukan COVID-19, dan 225 masih diawasi. Kemudian untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 1.612, di mana masih 396 yang terus diawasi sementara yang lainnya sudah selesai. (CNNIndonesia.com/IndoPos86).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.